Trenggalek Bidik Status Geopark UNESCO, Optimalkan Wisata Kars dan Tolak Eksploitasi Tambang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tengah serius menggali potensi daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tayang:
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/Madchan Jazuli
PENGUSULAN GEOPARK - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BPPRIN) Kabupaten Trenggalek menyimpulkan data untuk pengusulan Geopark Nasional Trenggalek, Rabu (3/6/2026). 

Penambahan tersebut tidak sekadar menambah titik destinasi, melainkan memperkuat identitas Bojonegoro sebagai “Negeri Minyak” yang memiliki warisan geologi langka yang bernilai, baik dari sisi ilmiah, edukatif, maupun sosial-budaya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, penguatan Geopark Bojonegoro diarahkan untuk menegaskan kekhasan daerah yang tidak dimiliki wilayah lain, khususnya terkait sejarah panjang aktivitas migas.

“Sekarang Geopark Bojonegoro memiliki 21 geosite. Penambahan ini bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana kita memperkuat identitas Bojonegoro melalui sejarah geologi migas, bentang alam, serta keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat,” kata Gunawan, pada selasa (3/2/2026).

Menurut Gunawan, Bojonegoro menyimpan fenomena geologi unik, salah satunya keberadaan sumur minyak tua yang masih ditambang secara tradisional hingga saat ini.

Aktivitas tersebut menjadi bukti hidup perjalanan energi yang telah berlangsung ratusan tahun dan tumbuh berdampingan dengan dinamika sosial warga.

“Geosite di Bojonegoro tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga merekam jejak panjang peradaban energi. Ini adalah narasi yang jarang dimiliki daerah lain,” ujarnya.

Pengembangan Geopark Bojonegoro, lanjut Gunawan dirancang mengikuti prinsip geopark nasional dan internasional dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui geopark, pemerintah daerah mendorong agar kekayaan geologi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Mulai dari pengembangan wisata berbasis konservasi, penguatan ekonomi kreatif lokal, hingga peningkatan literasi kebumian.

“Geopark harus memberi dampak langsung. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam pengelolaan dan pemanfaatannya,” kata Gunawan.

Dengan bertambahnya geosite dan penguatan konsep pengelolaan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis Geopark Bojonegoro dapat melangkah lebih jauh menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).

Sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk mencapai target tersebut.

Kini, Bojonegoro tidak lagi semata dikenal sebagai daerah penghasil migas, tetapi juga sebagai laboratorium alam terbuka yang menyimpan rekaman sejarah bumi dan siap diperkenalkan ke tingkat nasional hingga global.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved