Trenggalek Bidik Status Geopark UNESCO, Optimalkan Wisata Kars dan Tolak Eksploitasi Tambang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tengah serius menggali potensi daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Sudarma Adi
Penambahan tersebut tidak sekadar menambah titik destinasi, melainkan memperkuat identitas Bojonegoro sebagai “Negeri Minyak” yang memiliki warisan geologi langka yang bernilai, baik dari sisi ilmiah, edukatif, maupun sosial-budaya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, penguatan Geopark Bojonegoro diarahkan untuk menegaskan kekhasan daerah yang tidak dimiliki wilayah lain, khususnya terkait sejarah panjang aktivitas migas.
“Sekarang Geopark Bojonegoro memiliki 21 geosite. Penambahan ini bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana kita memperkuat identitas Bojonegoro melalui sejarah geologi migas, bentang alam, serta keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat,” kata Gunawan, pada selasa (3/2/2026).
Menurut Gunawan, Bojonegoro menyimpan fenomena geologi unik, salah satunya keberadaan sumur minyak tua yang masih ditambang secara tradisional hingga saat ini.
Aktivitas tersebut menjadi bukti hidup perjalanan energi yang telah berlangsung ratusan tahun dan tumbuh berdampingan dengan dinamika sosial warga.
“Geosite di Bojonegoro tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga merekam jejak panjang peradaban energi. Ini adalah narasi yang jarang dimiliki daerah lain,” ujarnya.
Pengembangan Geopark Bojonegoro, lanjut Gunawan dirancang mengikuti prinsip geopark nasional dan internasional dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui geopark, pemerintah daerah mendorong agar kekayaan geologi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Mulai dari pengembangan wisata berbasis konservasi, penguatan ekonomi kreatif lokal, hingga peningkatan literasi kebumian.
“Geopark harus memberi dampak langsung. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam pengelolaan dan pemanfaatannya,” kata Gunawan.
Dengan bertambahnya geosite dan penguatan konsep pengelolaan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis Geopark Bojonegoro dapat melangkah lebih jauh menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
Sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk mencapai target tersebut.
Kini, Bojonegoro tidak lagi semata dikenal sebagai daerah penghasil migas, tetapi juga sebagai laboratorium alam terbuka yang menyimpan rekaman sejarah bumi dan siap diperkenalkan ke tingkat nasional hingga global.
Geopark Nasional
potensi daerah
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Pemkab Trenggalek
Geopark
TribunJatim.com
berita Trenggalek
| Pakai Pembalut Wanita, Penyelundupan Obat-obatan Digagalkan Lapas Kelas I Malang |
|
|---|
| Ngamuk di Hajatan Pernikahan, Pria Tantang Warga Berkelahi Sambil Bawa Sajam |
|
|---|
| Sidang Terapis Spa di Surabaya Diduga Gelapkan Uang Rp1,2 Miliar Berlanjut, Saksi Ungkap Aliran Dana |
|
|---|
| Daftar Kontroversi Program MBG Selama Dipimpin Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN |
|
|---|
| SPMB Tulungagung 2026, Plt Bupati Pastikan Seleksi Transparan dan Adil: Tak Ada Siswa Titipan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Badan-Perencanaan-Pembangunan-Riset.jpg)