Kasus Proyek Royal Avatar World Masih Berlanjut, Tiga Petinggi PT Sipoa Group Akan Disidang

Pada kasus ini, Kejati Jatim memeriksa tiga orang yang menjadi tersangka, di antaranya Aris Bhirawa, Budi Santoso, dan Klemens Sukarno Candra.

Kasus Proyek Royal Avatar World Masih Berlanjut, Tiga Petinggi PT Sipoa Group Akan Disidang
Istimewa/TribunJatim.com
Pemeriksaan berkas tiga tersangka PT Sipoa Group di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Proses tahap II atau pelimpahan berkas perkara dan tersangka, kembali dilakukan Jaksa Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Kamis (11/10/2018).

Proses Tahap II itu berasal dari penyidik Polda Jatim terhadap dugaan kasus penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang jual beli apartemen Royal Avatar World (RAW) yang berlokasi di Jalan Wisata Menanggal Waru, Sidoarjo.

Proyek Royal Avatar World (RAW)  merupakan satu kantor pengembang milik PT Sipoa Legacy Land atau yang dikenal dengan Sipoa Group.

Pada kasus ini, Kejati Jatim memeriksa tiga orang yang menjadi tersangka, di antaranya Aris Bhirawa, Budi Santoso, dan Klemens Sukarno Candra.

Tingkatkan Pelayanan Publik, Kabupaten Madiun Siap Terapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Ketiga tersangka dan didampingi kuasa hukumnya, tiba di Kantor Kejati Jatim sekitar pukul 10.00 WIB.

Oleh penyidik Polda Jatim, ketiganya langsung di bawa menuju lantai 6 gedung Kejati Jatim.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati jatim, Richard Marpaung membenarkan adanya proses tahap II kepada ketiga tersangka itu.

Gelar Silaturahmi di Mapolda, Polda Ajak FPI untuk Jaga Kondusifitas Keamanan di Jatim

Richard mengatakan, pada Tahap II kali ini, pihaknya melakukan usai berkas perkara sudah dinyatakan rampung atau P-21.

“Berkas perkara secepatnya akan kami limpahkan ke pengadilan, agar segera dapat disidangkan,” ujar Richard kepada awak media.

Halaman
12
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help