Mahasiswa Undar Jombang Demo Gagalkan Pelantikan Rektor Baru, Ketua Yayasan Dikepung Pendemo

Ratusan mahasiswa Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang kembali berdemonstrasi di kampus setempat.

Mahasiswa Undar Jombang Demo Gagalkan Pelantikan Rektor Baru, Ketua Yayasan Dikepung Pendemo
Surya/Sutono
Ketua Yayasan Undar Ahmada Faida dievakuasi oleh polisi dari kerumunan mahasiswa yang mengepungnya. (2). Ketua Yayasan Undar Ahmada Faida dikerubuti mahasiswa 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Ratusan mahasiswa Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang kembali berdemonstrasi di kampus setempat.

Aksi mereka menggagalkan pelantikan rektor baru yang dinilai ilegal, Kamis (25/10/2018).

Ini adalah kali kedua para mahasiswa berdemonstrasi. Para mahasiswa menolak pelantikan rektor baru karena dinilai tidak sesuai statuta Undar.

Demo kali ini berlangsung panas. Selain menggagalkan acara pelantikan rektor, mahasiswa juga menghadang Ketua Yayasan Undar Hj Ahmada Faida (Neng A'a) dan memaksa untuk berdialog dengan jajaran dosen serta mahasiswa.

Namun Ning A'a mencoba menghindar dengan berjalan ke halaman kampus. Para mahasiswa yang tak ingin Ning A'a meninggalkan kampus terus memburunya.

Nama Kapolres Pasuruan Raydian Dicatut Dalam Telpon Penipuan, Ini Langkah Dari Kepolisian

"Kami hanya ingin ada dialog antara yayasan, dosen, mahasiswa. Permasalah harus segera diselesaikan, sehingga kami tak terus-terusan jadi korban," teriak mahasiswa.

Saat terjadi kerumunan itu, sebuah mobil Suzuki X-Over warna silver menerobos. Mobil yang dikemudikan seorang lelaki usia 40-an itu bermaksud hendak mengevakuasi Neng Aa' keluar dari kampus.

Namun lagi-lagi mahasiswa melakukan penghadangan. Mobil tersebut dihentikan. Seluruh pintu gerbang kampus ditutup rapat oleh mahasiswa.

Bahkan ada mahasiswa yang nekat mencoba menggembosi roda kendaraan tersebut. Tapi upaya tersebut digagalkan pengemudi mobil. Emosi mahasiswa baru mereda ketika petugas kepolisian mengevakuasi Neng A'a dan membawanya ke ruang yayasan.

Lolos Seleksi Administrasi? Ini Dua Hal yang Harus Dibawa Saat Tes SKD Seleksi CPNS 2018!

Tak lama kemudian, rektor lama Mudjib Mustain dan sejumlah dosen masuk ke ruang rektorat dan mencoba bertemu dengan pihak yayasan, guna bermusyawarah.

Sesuai rencana, Kamis (25/10/2018), pihak yayasan hendak melantik rektor baru. Hanya saja, mahasiswa tidak terima, karena yang dilantik adalah bukan rektor yang sudah ditentukan oleh rapat senat. Mahasiswa pun kembali berdemo.

Salah satu mahasiswa, Sofyan Ubaidillah mengatakan, mahasiswa menolak pelantikan rektor baru.

"Karena yang dilantik bukan orang yang dipilih dalam rapat senat yang dilaksanakan Maret lalu," ujarnya.

Dalam rapat senat universitas, terpilih nama HM Mudjib Mustain sebagai rektor baru. Nama itu juga sudah disetor ke yayasan untuk segera dilantik.

Hanya saja, hingga enam bulan, pelantikan tidak pernah dilakukan oleh yayasan. Yayasan malah mengangkat pelaksana tugas (Plt) rektor, yang kewenangannya terbatas.

"Malah hari ini akan ada pelantikan rektor baru yang nama orang tersebut tidak pernah muncul dalam rapat senat. Makanya kami menolak pelantikan rektor ilegal," ujar Sofyan.

Mahasiswa berharap Ketua Yayasan duduk bersama jajaran dosen guna mencari solusi.

"Tetap ketua yayasan malah hendak keluar kampus. Karenanya seluruh pintu gerbang kita tutup. Kami meminta ada dialog mencari solusi permasalahan ini," tukasnya.

Terpisah, dosen Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum, Solihin Rusli, mengungkapkan ada mekanisme yang dipahami berbeda oleh Mahasiswa maupun para dosen, terutama soal pemilihan Rektor.

Inilah Waktu dan Tempat Tes CPNS Pemprov Jatim, Tenang Dimulai Jam 10.00

“Ada proses tidak pas soal pemilihan rektor. Yang disampaikan senat hanya satu orang. Padahal sesuai Permendikbud nomor 67 tahun 2008 dan Permendikbud nomor 26 tahun 2018, yayasan punya fungsi memilih dan menetapkan rektor. Kalau cuma satu nama, berarti yayasan tidak bisa memilih," jelasnya.

Memang, sebelumnya ada empat nama, namun yang tiga orang mundur sebelum disetorkan, sehingga hanya ada satu nama.

"Jadi bahasa memilih itu tidak terpenuhi, kalau memilih itu harus lebih dari satu," imbuh dosen yang disebut-sebut sebagai pendukung kubu yayasan tersebut.(sutono/TribunJatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved