Paket Wisata Kota Tua, Pemkot Surabaya Rancang Dermaga Wisata Perahu dan Bunga Tabebuya

Dalam rangka terus menambah destinasi wisata baru, Pemerintah Kota Surabaya terus berinovasi mengembangkan kawasan kawasan yang punya nilai historis

Paket Wisata Kota Tua, Pemkot Surabaya Rancang Dermaga Wisata Perahu dan Bunga Tabebuya
SURYA/AHMA ZAIMUL HAQ
Warna-warni rumah di Jl Panggung yang terkesan mencolok dan norak, Proses revitalisasi kota tua oleh Pemkot Surabaya dengan melakukan pengecatan rumah dan bangunan milik warga dengan warna yang mencolok, dinilai terlalu tergesa-gesa dan tanpa konsep sehingga menimbulkan pro dan kontra. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam rangka terus menambah destinasi wisata baru, Pemerintah Kota Surabaya terus berinovasi mengembangkan kawasan kawasan yang memiliki nilai historis dan authentic.

Tahun ini Kota Surabaya bakal memiliki destinasi wisata baru yaitu kawasan Kota Lama.

Kawasan ini meliputi kawasan Jalan Panggung Jalan Kembang Jepun Jalan Karet dan juga dihubungkan hingga ke wisata Ampel.

Untuk itu saat ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya menyiapkan infrastruktur serta paket-paket wisata yang bisa ditawarkan untuk menghidupkan dan mempromosikan kawasan wisata Kota Lama.

(Catat Kalender Event Pariwisata Surabaya 2019, Festival Rujak Uleg akan Pecahkan Rekor MURI)

(Tri Rismaharini Beri Penghargaan 25 Jajaran Kejari yang Selamatkan Puluhan Aset Kota Surabaya)

"Saat ini sedang progres pengecatan di kawasan Jalan Kembang Jepun. Kami menarget saat Festival Rujak Uleg wajah Kembang Jepun sudah baru," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Senin (11/2/2019).

Dala penyiapan wisata baru ini, Pemkot berencana melengkapinya dengan paket wisata perahu.

Saat ini sedang ditambah dua titik dermaga di sekitar Jembatan Merah.  Sehingga nanti wisatawan bisa menikmati wisata perahu lalu ke kawasan wisata lama. 

Ada pula festival baru yang digagas untuk menciptakan destinasi baru yaitu Festival Kayoon.

Festival ini akan spesial karena akan digelar dengan momen mekarnya bunga tabebuya. 

"Ini festival  yang akan menghidupkan tradisi puteran di sepanjang Jalan Kayoon saat zaman Belanda dulu, saat nunggu kereta jalan jalan dan kuliner di Jalan Kayoon," pungkas Antiek. 

Reporter: Surya/Fatimatuz Zahro

(Pengamen Demo di DPRD Surabaya, Wali Kota Risma Persilahkan Ngamen di Taman: Nanti Kita Bayar)

(Antisipasi Flu Babi, Pemkot Surabaya Lakukan Sosialisasi, Mulai Gejala hingga Cara Antisipasi)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved