Dinas Kesehatan Klaim Angka Balita Stunting di Jember Turun Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Dinkes Jember mengklaim angka persentase jumlah balita stunting di Jember lebih rendah dibandingkan angka nasional.

Dinas Kesehatan Klaim Angka Balita Stunting di Jember Turun Dibandingkan Tahun Sebelumnya
SURYA/SRI WAHYUNIK
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Siti Nurul Qomariah. 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Siti Nurul Qomariah mengklaim angka persentase jumlah balita stunting di Jember lebih rendah dibandingkan angka nasional.

Menurut Nurul, angka balita stunting tahun 2018 sudah turun dibandingkan tahun 2017.

"Kita sudah turun banyak untuk angka balita risiko stunting, dari 17 persen menjadi kurang dari 11 persen dari jumlah populasi balita di Jember. Kita juga masih di bawah nasional yang angkanya 15 persen," kata Nurul kepada Surya (TribunJatim.com Network), Kamis (28/2/2019).

Jember Masuk Zona Rapor Kuning, Pemkab Berkomitmen Perbaiki Layanan Publik

Kembangkan Pariwisata Banyuwangi, Traveloka Fasilitasi Pengelola Hotel Lewat Promosi Terintegrasi

Penghitungan balita risiko stunting dilakukan setiap enam bulan sekali, yakni bulan Februari dan Agustus.

"Untuk bulan Februari 2019 ini kan belum karena bulan Februari masih berjalan," lanjut Nurul.

Dengan sejumlah intervensi yang dilakukan oleh Dinkes Jember, Nurul berharap angka balita stunting bisa terus turun.

Dia juga menjelaskan angka stunting di Jember berjumlah besar, karena dibandingkan dengan jumlah populasi penduduk di Kabupaten Jember yang juga banyak.

Hasil German Open 2019, Dua Wakil Merah Putih Melaju ke Babak Perempat Final

Nurul menjelaskan perihal intervensi yang dilakukan untuk menekan angka stunting itu.

"Pertama intervensi spesifik, yakni langsung ke balita melalui asupan gizi, tambahan gizi, pengajaran demo-demo tentang makanan bergizi kepada ibu balita," kata Nurul.

Kedua, intervensi sensitif yakni dengan meningkatkan kualitas lingkungan yang mendukung pencegahan kasus stunting.

Seperti peningkatan kualitas air bersih, jambanisasi, juga program kelurga berencana.

Tim Sepak Bola Jember Targetkan Juara dalam Pra Porprov Jatim 2019 di Pamekasan

Intervensi ini berkoordinasi dengan sejumlah instansi lain, seperti Dinas Pekerjaan Umum, dan juga lembaga KB.

"Tentunya kami juga bekerja sama dengan 14 ribu kader Posyandu untuk memantau balita di daerah masing-masing, untuk mengetahui apakah ada balita stunting di wilayah kerjanya, dan bagaimana penanganannya kalau ada," tegas Nurul.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jember, angka balita stunting tahun 2017 mencapai 17,83 persen atau 29.020 balita, sedangkan di tahun 2018 tercatat 10,83 peren atau 17.344 balita.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved