Hasil Mediasi, 26 Pekerja PT Swabina Gatra Tuban yang Sempat Diberhentikan Dipekerjakan Kembali

Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban menggelar mediasi menindaklanjuti pemberhentian 26 pekerja PT Swabina Gatra

Hasil Mediasi, 26 Pekerja PT Swabina Gatra Tuban yang Sempat Diberhentikan Dipekerjakan Kembali
Istimewa
Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban, PT Swabina Gatra, PT Semen Indonesia, dan FSPMI Tuban bermediasi terkait pemberhentian 26 tenaga kerja, bertempat di dinas terkait, Kamis (11/4/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban menggelar mediasi menindaklanjuti pemberhentian 26 pekerja PT Swabina Gatra di dinas setempat pada Kamis (11/4/2019).

Mediasi tersebut mengundang pihak PT Swabina Gatra, PT Semen Indonesia, dan Perwakilan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban.

Kabid Hubungan Industrial Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban, Wadiono menyebut, dari hasil mediasi telah mencapai hasil kesepakatan bersama.

Buruh yang diberhentikan per 1 april lalu bisa dipekerjakan kembali dengan status perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), padahal sebelumnya berstatus tenaga harian lepas (THL).

(Hayono Isman Dukung Pengelolaan Dana Desa untuk Ciptakan Lapangan Kerja)

(Puluhan Ibu di Probolinggo Berlatih Olah Nugget, Demi Jadi Wirausaha dan Buka Lapangan Kerja Baru)

"Alhamdulillah mediasi telah mencapai kesepakatan, 26 pekerja yang sebelumnya diberhentikan bisa bekerja kembali di bidang yang sama," Ujarnya dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, 26 pekerja tersebut akan kembali bekerja di bidangnya yaitu Ink Jenk Print milik PT Semen Indonesia yang jasanya dikerjakan PT Swabina Gatra.

Mereka akan kembali bekerja per 15 April hingga 14 Juli mendatang.

Sementara jika kontrak berakhir mereka tetap akan bekerja lanjut, meski kelak pemeneng tender atau rekanan ink jenk print milik perusahaan berplat merah itu bukan lagi PT Swabina Gatra.

"Ya sudah bisa bekerja mulai 15 April mendatang, jika kontrak habis juga pasti bisa bekerja lagi," Tegas mantan Kabid di Satpol PP tersebut.

(Caleg PSI Numan Latif Amru Sebut Manajemen Pertanian Millenial Solusi Persoalan Lapangan Kerja)

(Ratusan Buruh di Tuban Demo, Mereka Menuntut Aksi PHK Sepihak)

Ketua Konsulat FSPMI Cabang Tuban, Duraji menyatakan, mediasi ke dua telah menemui kesepakatan yang bisa diterima masing-masing pihak.

Peran serta pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini, agar terwujud hubungan industrialisasi yang harmonis. Sehingga tidak ada lagi persoalan PHK yang menimpa tenaga kerja.

Penerapan aturan ketenagakerjaan harus ditegakkan di bumi wali (sebutan tuban, red), agar tidak ada lagi tindakan pengusaha yg semena-mena terhadap pekerja.

"Kasus ini menjadi pembelajaran untuk kita semua agar pemerintah tidak hanya berfikir tentang investasi, tapi juga harus memikirkan kesejahteraan tenaga kerja. Hasil mediasi pekerja yang diberhentikan sudah dapat kepastian kerja, dan ada jaminan kontrak kerja berikutnya," Bebernya senyum dengan hasil yang dicapai.

Hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban resmi dari perusahaan terkait. Pesan yang dikirim atas dipekerjakannya kembali tenaga kerja juga belum dijawab.(nok)

Reporter: Surya, Mochamad Sudarsono

(Bertemu Bos Maspion, Alim Markus dan Para Buruh, Maruli Hutagalung: Tanpa Bapak Ibu, Ekonomi Mandek)

(Bupati Magetan Terima Laporan Langsung Buruh Perusahaan Pakaian Dalam)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved