Nilai Anggaran untuk Kelurahan di Lamongan Kini Bergantung Pada Kinerja Masing-masing Kelurahan

Mulai tahun 2019, 12 kelurahan di Kabupaten Lamongan ditugasi mengelola anggaran sendiri. Bahkan dana yang dikelola bisa mencapai Rp 1 Miliar

Nilai Anggaran untuk Kelurahan di Lamongan Kini Bergantung Pada Kinerja Masing-masing Kelurahan
SURYA/HANIF MANSHURI
Penyampaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kegiatan yang bersumber dari Alokasi Dana Kelurahan di Guest House Pemkab Lamongan, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Mulai tahun 2019, sebanyak 12 kelurahan di Kabupaten Lamongan menjadi pengelola anggaran sendiri. Bahkan dana yang dikelola cukup besar, lebih dari Rp 1 miliar per kelurahan.

Bupati Fadeli berharap penambahan anggaran tersebut akan semakin memacu kinerja pelayanan di kelurahan.

Itu dikatakannya saat penyampaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kegiatan yang bersumber dari Alokasi Dana Kelurahan di Guest House Pemkab Lamongan, Senin (15/4/2019).

Saat ini, pengalokasian dana kelurahan masih dipatok sama di semua kelurahan, sesuai dengan alokasi minimal yang diatur dalam Permendagri 130/2018.

(Curah Hujan Tinggi, 2.000 Rumah Warga dan Puluhan Hektare Sawah di Lamongan Terdampak Banjir)

(Tanggapi Hasil Evaluasi PMK Surabaya, Kelurahan Tambaksari Berlakukan Tertib Parkir Bagi Warganya)

Kedepan, Bupati Fadeli berharap pengalokasiannya berdasarkan kinerja dari masing-masing kelurahan.

“Nanti jangan disamakan, jangan pakai nilai minimal." katanya.

Anggaran itu seharusnya menyesuaikan dengan banyak faktor, yang di antaranya tentu saja kinerja masing-masing kelurahan,” pesan dia.

Ada hal yang lain yang merisaukan Fadeli. Dia tidak ingin angka SDM di kelurahan terbatas, sehingga pemngelolaan tata usaha keuangan dikerjakan lurah.

“Harus ada pembenahan SDM bagi staf di kelurahan. Jangan sampai nanti semua dikerjakan lurah,” ungkapnya.

Terpisah,  Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sulastri mengatakan,  bahwa pengalokasian dana kelurahan ini membawa konsekuensi pada penatusahaan keuangan yang semula dipegang camat.

(Kampung Anggrek di Kelurahan Dadaprejo Kota Batu Jadi Wisata Edukasi Sekaligus Berdayakan Petani)

(Maruarar Sirait Ungkap Gelaran Piala Presiden 2019 Tidak Menggunakan Anggaran APBN Sedikitpun)

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved