Serangan Bom di Surabaya
Orangtua Teroris Haruskan Anak-Anaknya Sebar Kebohongan Ini ke Orang Lain, Duh Nggak Habis Pikir!
Orangtua mana yang malah mengajarkan anak-anaknya untuk menyebar kebohongan ini ke orang-orang sekitarnya? Benar-benar nggak habis pikir!
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Cindy Dinda Andani
"Jadi, Anton tewas setelah dilumpuhkan petugas yang datang ke lokasi," sambungnya.
Semasa hidupnya, Anton dan Puspitasari didoktrin menonton video jihad secara rution untuk membentuk ideologi anak.
"Orangtua tentu punya peran penting di balik kejadian ini bisa mengajak anak mereka," ujar Irjen Machfud Arifin di Media Center Polda Jatim, Selasa (15/5/2018).
Baca: Tewas Ledakkan Bom, Jenazah Puji Kuswati Ditolak Keluarganya, Ungkit Prinsip hingga Restu Pernikahan
"Seperti rajin memberikan tontonan video jihad kepada anak-anak untuk membentuk ideologi sejak dini."
"Cara ini dilakukan oleh semua pelaku, mereka satu jaringan."
"Dan rutin hadir di pengajian rumah Dita (pelaku bom tiga gereja di Surabaya)."
Baca: Fakta Terbaru Terungkap Gara-Gara Tulisan di Celana Dalam Anak Pelaku Bom Polrestabes Surabaya Ini
Tak hanya itu saja, mereka juga mengharuskan anak-anaknya menyebar kebohongan ke orang-orang sekitarnya.
Anton dan Puspitasari menyuruh anak-anaknya untuk bilang kalau mereka home schooling saat ditanya tetangga.
Padahal, kenyataannya para buah hati Anton dan Puspitasari tak sekolah sama sekali.

Baca: Pesan Terakhir Keluarga Dita Supriyanto Semasa Hidup, Ayah-Ibu-Anak Pengebom 3 Gereja Surabaya
"Faktanya, selama ini anak mereka di paksa mengaku home schooling padahal tidak bersekolah sama sekali," kata Irjen Machfud Arifin.
"Usaha ini agar anak mereka tidak berinteraksi dengan orang lain."
Tapi, ada satu anak Anton dan Puspitasari yang menolak doktrin mereka.
Ia memilih untuk terus bersekolah dan tinggal bersama neneknya.
Ia juga lah yang menolong kedua adiknya saat terluka akibat ledakan bom orangtuanya.
Baca: Dari Homeschooling hingga Video Jihad, Terungkap Cara Keji Orang Tua Pelaku Bom Doktrin Buah Hatinya