Rumah Politik Jatim

Kontroversi Bocoran Pertanyaan Debat Sudutkan Jokowi, JKSN Peringatkan Kubu Prabowo

Kontroversi bocoran pertanyaan debat dari KPU ditanggapi kritis oleh pendukung kubu Jokowi-Ma'ruf Amin, Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN).

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Sekjend Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) KH Zahrul Azhar As'ad saat menyerahkan SK Kepengurusan JKSN Hongkong Macau, Minggu (25/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kontroversi bocoran pertanyaan debat dari KPU yang dilontarkan oleh kubu Prabowo-Sandiago Uno bahwa sistem terbuka-tertutup dalam debat akan menguntungkan petahana ditanggapi kritis oleh pendukung kubu Jokowi-Ma'ruf Amin, Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN).

Sebagaimana disampaikan Sekjen JKSN, KH Zahrul Azhar Asad, lontaran Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade itu menyudutkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menurutnya, hal tersebut tidak seharusnya dilontarkan oleh kubu Prabowo-Sandiaga Uno.

Setelah Infrastruktur, Ketua Bappilu NasDem Sebut Presiden Jokowi Akan Fokus Membangun Pendidikan

Di Jatim, Sumbangan Untuk Tim Kampanye Prabowo-Sandi Hampir Dua Kali Lipat Jokowi-Maruf

Menurut pria yang akrab disapa Gus Hans itu, memberikan informasi terkait kisi-kisi pernyataan debat itu adalah hal yang lumrah, dan terjadi di setiap debat kandidat di kontenstasi politik.

"Pengalaman saya saat menjadi tim sukses Bu Khofifah dalam Pilgub Jawa Timur, sebelum debat oleh KPU dilaksanakan, paslon diberikan kisi-kisi pertanyaan dalam debat. Mulai tema besar, hingga sub tema kecilnya," kata Gus Hans, Senin (7/1/2019).

Tidak hanya itu, KPU juga memberikan informasi kisi-kisi pertanyaan dari panelis yang akan menjadi materi debat.

Tugas Besar PPP di Harlah ke-46, Menangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di Tengah Konflik Dualisme

HUT ke-46 PPP, Kubu Humphrey Djemat akan Turun ke Madura Kampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Ia mencontohkan saat Pilgub Jawa Timur sebelum debat, kedua paslon diberi sejumlah daftar pertanyaan panelis.

Dia mengatakan, ada lebih dari 10 pertanyaan yang diberikan.

Kisi-kisi pertanyaan tersebut yang dijadikan bahan belajar untuk disampaikan ke publik.

Namun masing-masing paslon tidak tahu mana pertanyaan yang akan keluar saat debat berlangsung.

"Begitu juga tanggapan dari paslon lain, tentu semua mengalir, jadi bukan bocoran. Hanya kisi-kisi saja, dan itu sangat wajar," tegas pria yang juga Wakil Ketua ISNU Jawa Timur ini.

Rasakan Sendiri Tol Trans Jawa, Ketua Bappilu Nasdem Sebut Bentuk Peradaban Baru Karya Jokowi

Ikatan Alumni ITS Surabaya Ikut Bantah Dukung Prabowo-Sandiaga, Urusan Politik itu Hak Pribadi

Kiai muda yang juga politisi Partai Golkar ini mengajak pada semua pihak agar tidak membuat gaduh dan tidak menyudutkan KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

Gus Hans menyebut sangat penting untuk terus membangun dan menjaga kepercayaan pada penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu sebagai pengawas.

"Niatnya kalau memang nggak trust (percaya) dengan penyelenggara, ngapain ikut kontestasi politik ini. Kayak main bola saja lah, hanya orang bodoh yang ikut pertandingan, tapi tidak percaya pada penyelenggara pertandingan," tegas Gus Hans.

Presiden Jokowi Cek Harga Beras dan Daging Ayam di Pasar Ngemplak Tulungagung

Sandiaga Uno Kembali Mendapat Sumbangan saat Forum Pertemuan Pengusaha di Surabaya

Selain itu, ia juga menasihati kubu Prabowo-Sandiaga Uno agar tidak terus-menerus menyudutkan KPU.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved