Info Sehat
INFO SEHAT: Gangguan Jiwa Psikopat, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Penyembuhannya
Info Sehat - Psikopat dapat dikategorikan sebagai gangguan kepribadian atau jiwa yang antisosial.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Psikopat dapat dikategorikan sebagai gangguan kepribadian atau jiwa yang antisosial.
Hal ini disampaikan oleh ahli jiwa RSJ Menur Surabaya, dr KRAT Th A Hendro Riyanto H.
"Ada berbagai macam gangguan jiwa, misalnya pencemas, histrionik, dependen, antisosial, dan lain sebagainya. Antisosial ini yang disebut psikopat," tuturnya.
Para penyandang psikopat, lanjut Hendro Riyanto, memiliki kecenderungan yang tidak mau bergaul. Kalau pun ia bergaul, jelasnya, adalah hanya untuk kepentingan diri sendiri.
• Sinopsis Happy Death Day 2U, Tayang Hari ini di Bioskop, Ceritakan Tentang Pembunuh Psikopat
• Lewat Cara Bicaranya, Seorang Psikopat Bisa Dikenali Melalui 7 Cara Sederhana Berikut, Perlu Tahu!
"Kalau dia ada kepentingan, ia akan mendekati seseorang, ia akan bersikap baik kepada seseorang," imbuh Hendro Riyanto.
Namun pada dasarnya, penyandang psikopat merasa senang apabila melihat orang lain mengalami kesusahan.
"Suatu ketika mereka berperilaku baik. Tapi tujuan akhirnya sebenarnya membuat orang menderita. Kalau orang lain sengsara, mereka senangnya bukan main," jelasnya.
"Sebagian besar orang-orang yang antisosial berkecenderungan melakukan kriminalitas seperti merampok, mencuri, bahkan membunuh. Hal tersebut karena mereka memang merasa senang dan bangga melihat orang lain susah," lanjut Hendro Riyanto.
gangguan jiwa psikopat, tuturnya, tidak dipengaruhi oleh faktor tertentu. Menurut Hendri Riyanto, hal tersebut merupakan bawaan seseorang sejak lahir.
• Gangguan Bipolar Bisa Diturunkan dari Orangtua ke Anak, Namun Karena Pola Asuh, Bukan Faktor Genetik
• Mengalami Perubahan Mood dan Suasana Hati Bukan Berarti Seseorang Mengidap Bipolar, Lho!
"Namun apabila lingkungan di sekitarnya dapat membantunya untuk bersifat tidak antiasosial maka kepribadiannya bisa diubah," jelasnya.
Ciri-ciri penyandang psikopat, lanjutnya, selain menarik diri dari lingkungan sosial, juga senang mencederai, menyakiti, dan membuat sengsara orang lain.
"Misalnya, seorang anak merebut mainan temannya dengan paksa. Ketika temannya menangis, ia tidak merasa iba, tapi malah senang," jelasnya.
Hal ini, lanjut Hendro Riyanto, sebaiknya diwaspadai oleh orangtua.
• Ternyata Bipolar Bukan Kepribadian Ganda, Ini Penjelasan Psikiater
• Tak Jadi Tentara Aktif saat Wamil, Jang Geun Suk Didiagnosa Idap Gangguan Bipolar
Pengobatan yang dapat dilakukan untuk penyandang psikopat, tuturnya, dapat dilakukan dengan terapi perilaku.
"Kalau obatnya sulit karena belum ada obat yang bisa mengendalikan (kecenderungan antisosial) secara baik. Tapi dapat dilakukan psikoterapi yaitu cognitive behavioral theraphy (CBT)," jelasnya.
Namun, syarat CBT adalah kesedian pada penyandang psikopat. Karena, tutur Hendro Riyanto, para penyandang tidak mau melakukan terapi.
Hal ini dikarenakan mereka tidak merasa sakit jadi mereka tidak merasa perlu berobat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-psikopat_20180220_214340.jpg)