Sawah Terendam Banjir, Petani di Kecamatan Duduksampeyan Gresik Panen Dini
Petani di Kabupaten Gresik terpaksa panen dini akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Gresik dan mengakibatkan sawah terendam banjir.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Petani di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terpaksa panen dini akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Gresik dan mengakibatkan sawah terendam banjir.
Untuk meminimalisir kerugian, petani melakukan panen dini karena kualitas gabah akan menurun dan harga diprediksi bakal anjlok.
Nur Ali (43), petani di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, mengaku mengambil risiko panen dini, karena bila dibiarkan, gabah akan membusuk karena terlalu lama terendam air.
• Diciduk KPK Bersama Romahurmuziy, Caleg PPP di Gresik Disambut Tarian Pencak Macan, Begini Ceritanya
Namun jika panen dini, kualitas gabah menurun dan membuat harganya terjun bebas di pasaran.
Hal itu sangat merugikan petani karena tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk perawatan hingga panen.
"Ya anjlok harga gabah, biasanya Rp 41 ribu, bisa turun jadi Rp 36 ribu," katanya, Selasa (19/3/2019).
Menurutnya, gabah dengan kualitas demikian bisa membuat juragan berpikir dua kali untuk dijual kembali.
• Safari Politik di Gresik, Cawapres Maruf Amin Tepis Kabar Bohong Bakal Diganti Ahok Jika Terpilih
Selain berkualitas buruk, proses panen di dalam air juga menyulitkan petani.
Mereka harus menggunakan alat bantu terpal untuk mengangkut gabah.
"Kerja dua kali, biasanya sehari selesai, ini tidak, biayanya bengkak lagi," kata dia.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anandito mengaku belum mendapatkan laporan adanya panen dini oleh petani.
• Kasus OTT di BPPKAD Gresik, Kejaksaan Periksa 14 Pegawai dan Pejabat yang Sudah Pensiun
"Nanti akan ditinjau langsung seberapa parah gagal panen yang dialami petani akibat hujan dengan intensitas tinggi," jelasnya.
Lanjut Eko, pihaknya juga akan membantu pengurasan dengan menggunakan pompa air bantuan dari dinas.
Sedangkan untuk persoalan gabah yang terendam banjir, dia menyarankan agar petani menggunakan alat pengering.
• Kemenangan Andrea Dovizioso di MotoGP Qatar 2019 Digugat, Bos Ducati Yakin Timnya Tak Bersalah
Alat tersebut sudah didistribusikan jauh hari ke sejumlah kelompok tani.
"Alatnya itu memang dirancang untuk pengeringan gabah yang terendam air, supaya kualitas gabahnya terjaga," tutupnya. (Surya/Willy Abraham)
Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/petani-di-desa-sumengko-duduksampeyan-gresik-terpaksa-melakukan-panen-dini.jpg)