JFC Jadi Karnaval Inklusi Karena Libatkan Mantan Pasien Bibir Sumbing

10 orang anak mantan pasien bibir sumbing terlibat dalam 'Kids and Artwear Carnival' - salah satu karnaval rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC)-18,

JFC Jadi Karnaval Inklusi Karena Libatkan Mantan Pasien Bibir Sumbing
sri wahyunik/surya
Bupati Jember Faida bersama mantan pasien bibir sumbing yang mengikuti Kids Carnival di rangkaian JFC-18, Jumat (2/8/2019)

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - 10 orang anak mantan pasien bibir sumbing terlibat dalam 'Kids and Artwear Carnival' - salah satu karnaval rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC)-18, Jumat (2/8/2019). Ke-10 anak itu masuk di beberapa defile, seperti Mongolia dan Karen.

Bupati Jember Faida sempat menemui anak-anak mantan pasien bibir sumbing itu di belakang arena karnaval. Faida menyapa dan berfoto bersama mereka.

"JFC menjadi karnaval inklusi pertama di dunia, tidak hanya sebagai karnaval terbaik ketiga di dunia. Karena JFC memberikan ruang bagi siapa saja, apapun sukunya dan kondisinya termasuk kepada anak-anak mantan pasien bibir sumbing. Anak-anak mantan pasien bibir sumbing ikut menjadi talent JFC dan bisa," ujar Bupati Faida kepada Tribunjatim.com, Jumat (2/8/2019).

Mantan pasien bibir sumbing itu merupakan anak-anak yang dioperasi di RS Bina Sehat Jember. Mereka ada yang sudah ikut tujuh kali, lima kali, dua kali, juga baru sekali ikut JFC.

"Mereka dilatih. Mereka juga diajari untuk tampik percaya diri. Siapapun bisa tampil menarik dan indah di JFC," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Bupati Faida mengaku bangga dengan dilibatkannya anak-anak mantan pasien bibir sumbing tersebut. Dia juga menegaskan, Jember harus berbangga memiliki JFC.

Sapi Limosin Seberat Satu Ton dari Magetan Dihargai Rp 45 juta

Kids Carnival di Jember Jadi Ajang Pemenuhan Impian Anak-Anak

Ini Daftar Wilayah Waspada Tsunami di Area Gempa Banten, Masyarakat Diminta Jauhi Pantai

"JFC tidak semata milik Mas Dynand Fariz (founder JFC) tetapi milik Jember dan Indonesia. Masyarakat Jember harus memanfaatkannya secara baik dan membawa dampak ekonomi kepada masyarakat," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, Ika Ayu Sufariana, pendamping mantan pasien bibir sumbing yang ikut Kids Carnival itu, menambahkan, dirinya bersama beberapa orang karyawan RS Bina Sehat mendampingi anak-anak itu terlibat di JFC.

"Bersama-sama bikin kostum, juga mendorong anak-anak. Dengan ikut JFC ini, anak-anak tidak minder lagi bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka," ujar Ika.

Sudah menjadi pemandangan umum, katanya, anak dengan bibir sumbing kerap diolok oleh lingkungannya. Akibatnya kondisi psikologis mereka terganggu antara lain dengan munculnya sifat minder.

Setelah mereka sembuh melalui operasi, pekerjaan rumah selanjutnya adalah mendorong mereka untuk memerangi rasa minder tersebut. Salah satu yang dilakukan oleh para pendamping yang juga karyawan RS Bina Sehat itu adalah mendampingi mereka terlibat di JFC.

"Karena ternyata mereka juga punya bakat," tegas Ika.

Salah satu mantan pasien bibir sumbing, Siti Humairoh mengaku senang bisa tampil di Kids Carnival JFC-18. "Senang, tampil di defile Mongolia," ujarnya lirih. Bocah itu sudah dua kali ikut Kids Carnival. Tahun ini, dia tampil di defile Mongolia. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved