Keseleo saat Bermain Sepak Bola di Lapangan, Kaki Didi Reva Remaja Asal Gresik Melepuh dan Membusuk

Kaki seorang remaja asal Gresik melepuh dan membusuk akibat keseleo saat bermain sepak bola di lapangan.

Keseleo saat Bermain Sepak Bola di Lapangan, Kaki Didi Reva Remaja Asal Gresik Melepuh dan Membusuk
SURYA/SUGIYONO
Warga KBD menjenguk Didi Reva Putranto yang berbaring di klinik wilayah Driyorejo, Senin (5/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Didi Reva Putranto (17) lulusan Madrasah Tsnawiyah (MTs) di Driyorejo, Gresik hanya bisa pasrah dengan berbaring di rumah sakit.

Sebab, kaki kanan melepuh dan membusuk akibat keseleo saat bermain sepak bola di lapangan Perumahan kawasan Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik.

Awal musibah tersebut dialami Didi ketika bermain sepak bola di lapangan kawasan Perumahan KBD.

Tiba-tiba saat menjelang magrib, kaki kanannya keseleo. Kemudian, oleh pihak keluarga dibawa ke tukang pijat.

Peringati HUT RI ke 74, Ibu-ibu PKK & Karang Taruna di Gresik Berjuang Kelola Sampah Jadi Pot Bunga

"Saat itu, pada awal bulan Juli, saat malam Jumat, Didi bermain sepak bola. Tiba-tiba kaki kanan keseleo. Tidak terlihat ada luka bakar atau memar, kemudiaan dipijatkan, ternyata semakin membesar, melepuh dan bernanah," kata Irianto (59), warga Pakis Surabaya yang sudah 14 Tahun kontrak rumah di Kecamatan Driyorejo Gresik, Senin (5/8/2019).

Namun, setelah dipijatkan, sakitnya tidak malah sembuh, tapi kaki kanan semakin lebam dan melepuh.

Sehingga, mengeluarkan nanah dan menimbulkan bau tidak sedap di rumahnya.

Ramaikan Kongres di Bali, PDIP Surabaya Gelar Lomba Foto Berhadiah Rp 12 Juta, Cek Cara Ikutannya!

"Setelah terjadi pembusukan itu, saya sudah bawa ke klinik, sudah habis Rp 1,4 Juta. Kemudian berobat lagi habis Rp 900.000. Sekarang kata dokter harus dioperasi memerlukan biaya sekitar Rp 5 Juta. Saya tidak punya uang sebanyak itu. Sebab saya dan Ibunya Didi tidak bekerja," kata Irianto, yang mempunyai anak 8 dan 4 cucu.

Untuk berobat di klinik tersebut, Irianto mengaku tidak memakai kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sebab tidak punya uang untuk membayar iuran setiap bulannya.

"Tidak punya kerjaan tetap, apa yang digunakan untuk iuran," katanya.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved