Korlap Ormas Undang Massa ke Asrama Papua Tanpa Diembeli Ormas & Parpol : Iki Panggilan Jiwa NKRI

Korlap Ormas Undang Massa ke Asrama Papua Tanpa Diembeli Ormas & Parpol : Iki Panggilan Jiwa NKRI.

Korlap Ormas Undang Massa ke Asrama Papua Tanpa Diembeli Ormas & Parpol : Iki Panggilan Jiwa NKRI
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Tri Susanti saat datangi Mapolda Jatim 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tri Susanti koordinator lapangan perempuan dari ratusan massa yang sempat bergejolak di depan Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Jumat (16/8/2019) mengaku, dirinya tidak membawa embel-embel identitas sosial dari organisasi dan partai politik (Parpol) manapun.

Meskipun ia lazim dikenal oleh kalangan aktivis di Jatim khsusunya Surabaya, sebagai anggota Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI).

Buntut Kasus Tiang Bendera Rusak di Asrama Papua Surabaya, 5 Wakil Ormas Bakal Diperiksa Polisi

Akui Tak Tahu Korlap Ormas di Asrama Papua Adalah Kader Gerindra, Fadli Zon Bakal Investigasi Itu

Kronologi Bentrok Mahasiswa Papua di Surabaya, 43 Mahasiswa Dibawa Polisi Cegah Aksi Susulan Ormas

Termasuk juga ia sempat tercatat sebagai Calon Legislatif (Caleg) Nomor Urut 8 Dapil 3 Partai Gerindra, Rabu (17/3/2019) silam.

“Gak ada sama sekali. Sebenarnya saya ini bukan atas nama FKPPI, atau atas nama partai gitu mas,” ungkap perempuan berambut panjang itu, saat dihubungi TribunJatim.com, Kamsi (22/8/2019).

Entah apa sebabnya, Ia mengaku rasa nasionalisme kerapkali terpanggil begitu saja, bila ada suatu insiden yang cenderung berpotensi merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Termasuk, lanjut Susi sapaan akrabnya, insiden di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan, Tambaksari, Jumat (16/8/2019) pekan lalu.

“Kan iki wes (ini kan sudah, red) panggilan jiwa untuk NKRI, bila ada sesuatu yang bisa menghancurkan NKRI, kita siap ada dibarisan terdepan,” jelas Alumni Fisipol Universitas Wijaya Kusuma Surabaya itu.

“Cuma gorengan e wong-wong kan macem macem (hanya saja pengolahan isu orang-orang yang macam-macam, red),” lanjutnya.

Keteguhan prinsipil akan NKRI tanpa embel-embel identitas sosial ataupun kelompok itu bukan isapan jempol semata.

ia sempat buktikan itu saat mengonsolidasikan massa organisasi masyarakat (Ormas) untuk datang ke depan Asrama Mahasiswa Papua.

“Saya undangan yang saya share kan itu kan, woro-woro, undangan lewat WhatsApps (WA). Itu kan Cuma (pakai nama) Susi Rohmadi, pengundang Susi Rohmadi. Setelah besoknya lagi, koordinator aksi, ditulis ngunu, ditulis Susi Rohmadi,” tuturnya.

Susi menambahkan, saat menyebar pesan melalui media chatting WA, untuk mengajak beberapa ormas menggelar aksi protes karena ada dugaan pembuangan bendera di depan Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan.

Ia tidak membubuhi nama identitas kelompok dibelakang ketikan namanya.

“Saya gak bawa embel-embel FKPPI atau apa, saya gak bawa embel-embel. Saya juga tanpa atribut kesana,” pungkasnya

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved