Tinjau Pelaksanaan Pilkades, Bupati Jember Berharap Suara Tidak Sah Tidak Ada Lagi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berharap tidak lagi ditemukan banyaknya suara tidak sah di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahap II yang digelar

Tinjau Pelaksanaan Pilkades, Bupati Jember Berharap Suara Tidak Sah Tidak Ada Lagi
sri wahyunik/surya
Pilkades Rambipuji Jember dihadiri bupati jember dan sejumlah pejabat 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berharap tidak lagi ditemukan banyaknya suara tidak sah di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahap II yang digelar, Kamis (12/9/2019).

Pilkades serentak di Jember tahap II ini digelar di 37 desa, tersebar di enam kecamatan yakni Rambipuji, Balung, Wuluhan, Ambulu, Puger, dan Gumukmas.

Menurut Bupati Jember Faida berdasarkan evaluasi pelaksanaan Pilkades tahap I, Kamis (5/9/2019) pekan lalu, di beberapa desa ditemukan banyak suara tidak sah karena tercoblos di dua tempat.

Meski ditemukan tercoblos di dua tempat, di beberapa surat suara tidak sampai tercoblos pada dua calon kepala desa.

"Dari evaluasi pelaksanaan Pilkades tahap I memang ditemukan banyaknya suara tidak sah, karena tercoblos di dua tempat. Meskipun ada yang tidak tercoblos di dua calon kepala desa. Jadi ada dua lubang, satu mengenai calon yang dipilih, kemudian satunya mengenai daerah yang kosong, atau tidak di area calon kepala desa yang lain. Untuk kasus yang begitu disepakati supaya tidak masalah. Kecuali yang coblosannya memang mengenai dua calon itu baru tidak sah," ujar Bupati Faida di sela-sela monitoring Pilkades tahap II di Kecamatan Rambipuji, Kamis (12/9/2019).

Berjubelnya Orang Antre Bayar Denda & Ambil Barang Bukti di Kejari Malang, Ngantre Hingga Lima Jam

Razia Kos di Sidoarjo, Cewek-cewek Penghuni Kos Mendadak Dites Urine

Tren Peningkatan Gempa Bumi di Jawa Timur Disebut BMKG Karangkates Naik Drastis, Total Ada 80 Gempa 

Banyaknya suara tidak sah ini antara lain terjadi di Desa Suren Kecamatan Ledokombo pada Pilkades tahap I pekan lalu. Hal itu menjadi keresahan dari beberapa pihak, yang disampaikan kepada pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Karenanya, awal pekan ini ada beberapa kesepakatan terkait kategori suara tidak sah, dan yang sah.

Perihal pelaksanaan Pilkades tahap II ini, kata Faida, berjalan cukup lancar. Masyarakat antusias memberikan hak pilih mereka ke lokasi pemungutan suara. Di beberapa tempat yang ditinjau bupati bersama jajaran Forkopimda, ditemukan antrean pemilih yang mengular di bawah terik matahari.

'Karena pemilihnya sangat banyak, jadi sampai antre. Namun sudah kami mintakan ada solusi kepada panitia, supaya pemilih tidak sampai menunggu lama di bawah terik matahari. Pemilih yang sepuh juga mendapat fasilitasi. Jangan sampai ada yang pingsan karena antre memilih," tegas Faida.

Rombongan bupati dan Forkopimda Jember tergabung dalam tim I meninjau lima titik lokasi Pilkades. Begitu juga tim II yang dipimpin oleh Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief meninjau di lima titik yang lain.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang ikut dalam rombongan tim I kepada para pemilih di beberapa titik meminta semua pemiliha, para calon kepala desa, dan pendukung untuk menjaga kondusifitas wilayah, persatuan, dan kesatuan pasca Pilkades.

"Saya minta kepada semua warga untuk turut menjaga kondusufitas desa, merajut persatuan dan kesatuan setelah Pilkades usai. Kepada para calon harus siap menang dan kalah. Bagi yang menang jangan terlalu euforia sehingga menyakiti pihak lain, juga harus merangkul yang kalah. Bagi yang kalah juga harus menerima kekalahan secara terhormat," tegas AKBP Kusworo Wibowo kepada Tribunjatim.com.

AKBP Kusworo Wibowo meminta kepada kepada saksi, panitia, calon kepala desa, dan pendukung mematuhi kesepakatan bersama, termasuk perihal suara sah dan tidak sah.

"Semoga jumlah suara tidak sah bisa dieliminasi," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Pada bulan September ini, Kabupaten Jember menggelar Pilkades di 161 desa. Pelaksanakaan pemungutan suara dibagi dalam empat tahap, setiap pekan di setiap hari Kamis. Kamis (12/9/2019) ini merupakan tahap II Pilkades yang diikuti oleh 37 desa di enam kecamatan. Ada 319.096 orang pemilih di 37 desa tersebut. Meskipun Pilkades tahap II ini hanya diikuti oleh 37 desa, atau lebih sedikit dibandingkan tahap I yang mencapai 45 desa, jumlah pemilih di Pilkades tahap II terbilang banyak karena berada di kecamatan yang jumlah penduduknya banyak. (Sri wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved