Hanya Tersisa Satu Titik Api di Gunung Semeru Belum Padam, Lahan Terdampak Kebakaran Capai 93 Hektar

Hanya Tersisa Satu Titik Api di Gunung Semeru Belum Padam, Lahan Terdampak Kebakaran Capai 93 Hektar.

Hanya Tersisa Satu Titik Api di Gunung Semeru Belum Padam, Lahan Terdampak Kebakaran Capai 93 Hektar
ISTIMEWA
Petugas pemadam kebakaran di Gunung Semeru, September 2019. 

Hanya Tersisa Satu Titik Api di Gunung Semeru Belum Padam, Lahan Terdampak Kebakaran Capai 93 Hektar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Personel gabungan berhasil memadamkan api di hutan Gunung Semeru, Jawa Timur.

Saat ini, titik api di Semeru hanya tersisa satu yang berlokasi di Ayek-ayek.

“Berupa asap tipis saja,” tutur Plt Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger dan Semeru (TNBTS), Achmad Arifin, Minggu (29/9/2019).

Ia menjelaskan lokasi titik api berada di tebing yang curam dan berjarak 5,5 Km dari posko Ranupani.

Ada 60 Hektar Luas Hutan di Gunung Semeru yang Terdampak Kebakaran, Berpotensi Meluas

Kebakaran Hutan di Gunung Semeru Meluas Hingga 60 Hektar, Sudah Capai Resort Ranu Pani

BREAKING NEWS - Kebakaran Hutan Gunung Semeru Meluas Sampai 60 Hektar, Kini Mencapai Ranu Pani

Kondisi medan yang terjal menyulitkan petugas pemadam untuk menjangkau titik api itu.

“Tim masih melakukan pengkondisian jalur dan koordinasi lebih lanjut,” imbuhnya.

Hingga saat ini kata Arifin, luas lahan terdampak kebakaran mencapai 93 hektar. Wilayah yang sudah berhasil dipadamkan diantaranya Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watupecah, Waturejeng, Pusung Gendero, Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-oro Ombo dan Watu Tulis.

“Sebagian juga Ayek-ayek meskipun masih meninggalkan asap kecil,” ucapnya.

Arifin mengatakan ada 11 orang yang diturunkan untuk memadamkan api hari ini. Fokus pemadaman api adalah dengan mop up atau pengendalian sisa api dan bara agar benar-benar padam.

Sama seperti sebelumnya, proses pemadaman api mengutamankan prinsip safety first dengan lebih dulu menjangkau area paling mudah.

“Untuk mencegah api meluas kami memperhatikan arah dan kecepatan angin serta pembuatan sekat bakar,” katanya.

Sebagai informasi, kebarakan hutan di Semeru terjadi sejak 17 September 2019. Kebakaran awalnya terjadi di blok Kalimati, Arcopodo dan Kelik. Api kemudian menyebar ke resor Ranu Kumbolo sehingga BB TNBTS memutuskan menutup jalur pendakian. 

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved