Info Sehat

Manfaat Prostesis Payudara Bagi Penyintas Kanker Payudara Pasca Operasi, Bisa Perbaiki Postur Tubuh

Manfaat prostesis payudara bagi penyintas kanker payudara pasca operasi, ternyata bisa perbaiki postur tubuh

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
SURYA/CHRISTINE AYU NURCHAYANTI
Virgie Keen, perwakilan Can-Care Indonesia sedang memaparkan mengenai breast prosthesis dalam acara Breast Cancer Awarness Campaign di Tunjungan Plaza Surabaya, Jumat (11/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Operasi pengangkatan payudara atau mastektomi merupakan tindakan pengobatan kanker payudara sekaligus untuk menekan risiko penyebarannya.

Tindakan ini dapat menghilangkan, baik separuh maupun seluruh payudara seseorang.

Hal ini terkadang membuat penyintas menjadi kurang percaya diri.

Selain dengan cara rekonstruksi, hal ini dapat ditanggulangi menggunakan prostesis payudara.

Bulan Peduli Kanker Payudara, Inilah 2 Kunci Perangi Kanker ala Bro Kuna, Pikiran dan Hati Positif

"Banyak yang tidak mau untuk rekonstruksi, mulai dari karena biaya atau pertimbangan lainnnya. Untuk menanggulanginya, ada solusi yaitu menggunakan prostesis payudara," ungkap ungkap Virgie Keen, perwakilan provider post-care, Can-Care Indonesia, dalam acara Breast Cancer Awarness Campign di Tunjungan Plaza Surabaya, Jumat (11/10).

Selain untuk menambah kepercayaan diri, lanjutnya, prostesis ini juga akan memperbaiki postur tubuh seseorang pasca mastektomi.

Massa payudara yang hilang dapat mempengaruhi postur tubuh.

Misalnya, tubuh akan membungkuk. Hal karena sifat ilmiah tubuh yang menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi.

INFO SEHAT HARI INI - Kanker Payudara Pembunuh Nomor 1 Perempuan, Waspadai Gejala & Periksa Sekarang

Selain itu, juga bisa karena seseorang yang malu dan cenderung menutupi dadanya menggunakan bahu, hasilnya, baju juga ikut menjorok ke depan.

"Untuk mencegah itu, maka yang harus dilakukan ialah mengembalikan massa tubuh seperti sebelumnya. Prostesis payudara mengganti massa yang hilang itu," ungkapnya.

Tak hanya itu, alat ini juga dapat meningkatkan kerja otot yang melemah dan mengurangi rasa sakit setelah menjalani operasi.

"Manfaat lainnya yaitu menghilangkan rasa kaku pada baju dan nyeri pada punggung, juga membangun kepercayaan diri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup," jelas Virgie.

Peringati Bulan Peduli Kanker Payudara, Surabaya Yoga Festival Ajak Komunitas RSS Yin Yoga

Namun, apabila postur tubuh telah terlanjur berubah.

Maka harus ada tindakan dari dokter misalnya memakai postur kotektor yang diiringi dengan pemakaian prostesis payudara.

Imbuhnya, prostesis payudara harus disesuaikan dengan bentuk dan ukuran payudara yang asli.

"Ada berbagai bentuk payudara, mulai dari apel, pepaya, dan lainnya. Ukurannya juga berbeda-beda, ada yang kecil, ada yang besar. Sebelum membeli prostetis payudara, harus dilakukan fitting dahulu untuk menyesuaikan dengan yang asli," jelas Virgie.

Terdapat dua tipe prostesis payudara, pertama, yang dimasukkan ke dalam bra, kedua, yang langsung ditempel pada area payudara.

Keduanya digunakan dalam waktu yang sesuai. Misal, tipe kedua dipakai ketika menggunakan gaun tanpa lengan.

Kenali Jenis Makanan dan Minuman Pemicu Kanker Payudara, Sebaiknya Mulai Dikurangi

"Bahan yang digunakan yaitu silikon. Namun, silikon yang memang digunakan untuk penggunaan eksternal. Selain itu bahan ini juga tidak berbahaya bagi tubuh," ungkap Virgie.

Dalam merawatnya, ungkap Virgie, tidak susah.

Cukup dibersihkan menggunakan air mengalir kemudian digosok menggunakan sabun atau sampo bayi.

"Prostesis payudara ini bertahan lama hingga bertahun-tahun. Ada yang masih bagus sampai tujuh belas tahun. Selama dirawat dengan baik, maka bisa tahan lama," ungkapnya.

Tidak perlu dibersihkan satu bulan sekali. Karena nantinya tidak akan terlalu kotor, dapat dibersihkan satu bulan sekali.

Lanjutnya, prostesis payudara tak perlu digunakan sepanjang hari.

Cukup di waktu-waktu tertentu saja seperti ketika bekerja atau beraktivitas di luar.

"Kalau awal-awal memakai bisa secara bertahap. Misalnya hari ini dua jam, besok empat jam, besoknya lagu enam jam, dan seterusnya. Supaya tubuh beradaptasi terlebih dahulu," ungkapnya. (Surya/Christine Nurchayanti)

Kenali Risiko Awal Kanker Payudara dan Ovarium Lewat BRCA Screening, Simak Penjelasan Dokter!

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved