Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya Ditetapkan Tersangka, Mangkir Panggilan Kejari Gresik Tiga Kali

Sekda Gresik, Andhy Hendro Wijaya ditetapkan Kejaksaan Negeri Gresik sebagai tersangka kasus pemotongan insentif pegawai BPPKAD tahun 2019.

Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya Ditetapkan Tersangka, Mangkir Panggilan Kejari Gresik Tiga Kali
SURYA/SUGIYONO
Foto saat Andhy Hendro Wijaya (kopyah hitam) dilantik menjadi Sekda Kabupaten Gresik pada Rabu (9/1/2019). Andhy Hendro Wijaya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemotongan insentif pegawai BPPKAD Gresik setelah 'hilang' dan mangkir panggilan kejaksaan negeri Gresik 3 kali 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - 'Hilang' hingga kini, Sekda Gresik, Andhy Hendro Wijaya ditetapkan Kejaksaan Negeri Gresik sebagai tersangka.

Mantan kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik itu ditetapkan sebagai tersangka setelah 3 kali mangkir memberikan kesaksian dari panggilan Kejaksaan Negeri Gresik.

Andhy Hendro Wijaya pun diduga terlibat dalam kasus pemotongan insentif pegawai BPPKAD tahun 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Pandoe Pramoekartika, melalui konferensi pers menyatakan tetapkan Andhy Hendro Wijaya setelah mendapa keterangan saksi-saksi dan dua alat bukti.

(Penyidik Mulai Buru Sekda Gresik yang Hilang, untuk Jadi Saksi Kasus Pemotongan Insentif BPPKAD)

Kajari Gresik, Pandoe Pramoekartika (dua dari kanan) memimpin penetapan tersangka terhadap Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya, Senin (21/10/2019).
Kajari Gresik, Pandoe Pramoekartika (dua dari kanan) memimpin penetapan tersangka terhadap Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya, Senin (21/10/2019). (Surya/Moch Sugiyono)

"Yaitu dengan insial AHW (Andhy Hendro Wijaya,red)," kata Pandoe dengan didampingi Kasi Pidsus Kejari Gresik Andrei Dwi Subianto, dan para penyidik, di Kantor Kejari Gresik, Jl Raya Permata, Kecamatan Kebomas, Senin (21/10/2019).

Panggilan pertama sebagai saksi pada Senin (14/10/2019), kemudian panggilan kedua surat pemanggilan diantar di rumahnya dan surat diterima oleh istrinya.

Panggilan kedua untuk menjadi saksi pada Rabu (16/10/2019).

Setelah itu, udangan ketiga diantarkan ke kantor Pemkab Gresik untuk sebagai saksi pada Jumat (18/10/2019). Kemudian dipanggil lagi Senin (21/10/2019).

"Selama panggilan sebagai saksi mangkir, sebab tidak ada surat tugas dari Bupati tentang kepergian kantor saudara AHW. Sehingga tim penyidik menetapkan AHW sebagai tersangka," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Sugiyono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved