Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Bupati Malang Tegaskan Tak Ada Penambahan Anggaran
Muhammad Sanusi menegaskan, anggaran penanganan bencana di Kabupaten Malang tidak ada tambahan. Nilainya sebesar Rp 5 miliar.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi digelar di Stadion Kanjuruhan, Jumat (10/1/2020).
Bencana alam hidromotereologi berupa banjir, angin kencang tanah longsor dan lain-lain.
Adapun bencana alam hidrometeorologi adalah dampak dari curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Bupati Malang, Muhammad Sanusi menilai, Kabupaten Malang memiliki kontur wilayah rawan terjadi bencana.
Mengingat wilayah yang memiliki 33 kecamatan terdiri dari wilayah pesisir hingga pegunungan.
Bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi hingga tsunami bisa saja menerjang Kabupaten Malang.
• KPK Geledah Dua Ruang Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air di Sidoarjo
• Curanmor di Kota Malang, Pelaku Lancar Utak-atik Lubang Kunci Motor, Honda Beat Raib di Parkiran
"Akhir tahun kemarin hinga awal tahun di sejumlah wilayah terjadi bencana. Kami harus siap. Tapi mudah-mudahan gak terjadi. Apabila memang terjadi semua komponen siap," beber Muhammad Sanusi.
Muhammad Sanusi menegaskan, anggaran penanganan bencana di Kabupaten Malang tidak ada tambahan.
Nilainya sebesar Rp 5 miliar.
Politisi PKB itu menilai, anggaran tersebut sudah cukup.
• Dugaan Polisi Jika Pelaku Curanmor Honda Beat Ada 2 Orang, Sering Beraksi di Lowokwaru Malang
• Judika hingga Marcello Tahitoe Diperiksa Polda Jatim Pekan Depan Terkait Investasi Bodong Memiles
"Belum ada penambahan anggaran. Jadi kita siapkan dana tanggap darurat Rp 5 miliar. Anggarannya tidak sampai habis," ucap Muhammad Sanusi.
Terkait mitigasi bencana, Muhammad Sanusi menyerukan, harus ada edukasi kepada masyarakat untuk antisipasi bencana alam.
Mengingat bencana bisa datang kapan saja.
"Sosialisasi kepada masyarakat harus terus diberikan. Materinya tentang kebencanaan dan cara mengantisipasinya. Ini penting," kata pengusaha tebu itu.
Ditanya soal pencegahan terjadinya bencana, Muhammad Sanusi menerangkan, penanaman pohon perlu digalakkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bupati-malang-muhammad-sanusi-di-stadion-kanjuruhan-jumat-1012020.jpg)