Mengaku Tak Mau Grusa-grusu, Ning Lia Bicara Restu Khofifah dan Kiai Asep Saifuddin Chalim

Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya Lia Istifhama tidak mau terburu-buru ambil langkah politik, termasuk soal pasangannya dalam Pilwali Surabaya.

Mengaku Tak Mau Grusa-grusu, Ning Lia Bicara Restu Khofifah dan Kiai Asep Saifuddin Chalim
SURYA/SAIFUL SOLICHFUDIN
Cawawali Surabaya Lia Ishtifama bersilaturahmi di Kantor Harian Surya, Jalan Rungkut Industri III Surabaya, Selasa (11/2/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya Lia Istifhama tidak mau 'grusa-grusu' atau terburu-buru dalam mengambil langkah politik.

Termasuk soal mencari pasangan dalam Pilwali Surabaya 2020.

Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, lebih memilih untuk fokus dalam sosialisasi dan memperkuat jejaring serta meningkatkan popularitasnya.

H-3 Valentine, Toko Bunga di Kayoon Surabaya Terima Ribuan Pesanan Bunga, Mawar Jadi Ikon

5 Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue dan 3 Fase DBD, Orang Dewasa Cenderung Parah

"Saya tidak mau jadi orang yang cari perhatian biar dapat peluang apalagi merayu dan harus menyampaikan kalau punya modal ini itu," ucap Ning Lia saat berkunjung ke Kantor Tribun Jatim Network di Jalan Rungkut Industri III, Surabaya, Selasa (11/2/2020).

Komitmen tersebut, lanjut Ning Lia akan ia terapkan dalam komunikasi politik kepada semua pihak termasuk Bakal Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin yang saat ini sudah mendapatkan rekomendasi dari sejumlah partai politik untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020.

6 Terdakwa Pembunuhan Pegawai Diler di Surabaya Jalani Sidang Terpisah, Masing-masing Berperan Beda

Pengendara Mobil yang Menewaskan Warga Ngantru Tulungagung telah Menyerahkan Diri

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lebih memilih untuk menyapa langsung masyarakat dan melakukan sosialisasi bersama para relawan yang sudah mulai menyisir di sejumlah daerah di Surabaya.

Terkait restu Khofifah sendiri, Ning Lia mengaku sampai saat ini belum mengetahuinya. Ia memilih untuk tidak 'ngriwuki' Khofifah yang sedang fokus dalam mengemban amanah masyarakat Jawa Timur.

"Beliau pejabat publik dan pasti berpikir banyak hal untuk memutuskan sesuatu. Apalagi belum mendapatkan rekomendasi dari suatu partai, mana mungkin beliau mengambil posisi. Kalaupun sudah dapat rekomendasi pun tidak bisa memaksa beliau untuk mendukung salah satu calon," kata alumnus Universitas Airlangga ini.

Tanggulangin Sidoarjo Langganan Banjir di Musim Hujan, Disebut Dampak Lapindo & Pendangkalan Sungai

KILAS KRIMINAL JATIM: Pria Pasuruan Jual Istri hingga Pria Misterius Curi HP di Depot Mie Pangsit

Namun begitu, Ning Lia mengaku komunikasinya dengan Khofifah berjalan baik walaupun tidak ada kaitannya dengan niat pencalonannya.

Selain dengan Khofifah, Ning Lia juga menjaga silaturahminya dengan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Siwalankerto, Surabaya, KH Asep Saifuddin Chalim.

Apalagi KH Asep Saifuddin Chalim juga cukup dekat dengan ayahnya, yaitu Mantan Ketua DPW PPP Jatim, Masykur Hasyim.

"Kiai Asep baik, beliau sangat saya hormati dan tahu posisi saya sekarang," kata Ning Lia.

 Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved