Tanggulangin Sidoarjo Langganan Banjir di Musim Hujan, Disebut Dampak Lapindo & Pendangkalan Sungai

Sejak dulu, kawasan Desa Banjarasri dan Kedungbanteng di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo tidak pernah kebanjiran.

Tanggulangin Sidoarjo Langganan Banjir di Musim Hujan, Disebut Dampak Lapindo & Pendangkalan Sungai
SURYA/M TAUFIK
SDN Banjarasri Tanggulangin masih tergenang banjir, Selasa (11/2/2020). 

Sempat dua hari surut, kemudian banjir lagi setelah ada hujan deras mengguyur.

"Seminggu lalu paling tinggi. Airnya sampai 35 centimeter. Kelas-kelas kebanjiran. Sekarang mulai surut lagi, tinggal halaman saja yang tergenang," sebutnya.

Kendati demikian, siswa tetap sekolah. Hanya saja, jam pulang sekolah lebih cepat dibanding biasanya.

"Saya punya lima anak, semua sekolah di sini. Bertahun-tahun tidak pernah banjir seperti ini. Paling ada genangan, besoknya sudah surut. Sekarang ini sampai berminggu-minggu," urainya.

Dia menduga, air bertahan lama karena tidak mengalir.

Maia Estianty Ucap Maaf saat Nama Mulan Istri Dhani Disebut, Komentar Pedas Dibalas, Banjir Reaksi

Selain sungai semakin dangkal, ada sawah atau daerah yang dulunya menjadi resapan air, sekarang sudah diuruk untuk kepentingan pengeboran Lapindo yang sekarang berganti nama jadi PT Minarak Brantas Gas.

Selain sekolah, banjir juga menggenangi jalan Desa dan rumah warga di Banjarasri dan Kedungbanteng.

Solihudin, warga Banjarasri masih ingat, rumahnya terendam sejak 24 Desember 2019.

Ketinggian air paling tinggi di rumah sempat mencapai 50 centimeter.

"Saya sampai tidur di dalam mobil. Sekarang mulai surut. Air di alam rumah sekira 30 centimeter. Tapi warnanya sudah menghitam, seperti air comberan karena sebulan lebih menggenang," keluh dia.

Halaman
1234
Penulis: M Taufik
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved