Aksi Demo Ratusan Warga Desa Juwono Nganjuk, Tolak Pabrik Air Mineral Berdiri, 'Ganggu Air Tanah'

Aksi Demo Ratusan Warga Desa Juwono Nganjuk, Tolak Pabrik Air Mineral Berdiri, 'Ganggu Air Tanah'.

Aksi Demo Ratusan Warga Desa Juwono Nganjuk, Tolak Pabrik Air Mineral Berdiri, 'Ganggu Air Tanah'
SURYA/ACHMAD AMRU MUIZ
Aksi Demo warga di kantor Desa Juwono Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk menolak pendirian pabrik air kemasan. 

Aksi Demo Ratusan Warga Desa Juwono Nganjuk, Tolak Pabrik Air Mineral Berdiri, 'Ganggu Air Tanah'

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Ratusan warga Desa Juwono Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk menggelar aksi demo menolak pendirian pabrik air mineral.

Pasalnya, lokasi pendirian pabrik di tengah permukiman warga dikhawatirkan akan merusak lingkungan dan mengganggu ketersediaan air tanah setelah pabrik akan mengambil bahan baku dari sumur bor tanah.

Perwakilan ratusan warga Desa Juwono, Sandipur menjelaskan, sekarang ini bila musim kemarau ketersediaan air tanah dari sumur warga mengalami penurunan.

Bahkan, sejumlah sumur warga sempat mengalami kekeringan saat musim kemarau panjang datang.

Histeris Ibu di Nganjuk Lihat Anaknya Gantung Diri di Ruang Tamu, Korban Alami Gangguan Jiwa

Sebulan Beroperasi, Command Center Pemkab Nganjuk Banyak Terima Pengaduan Warga yang Iseng

Komunitas Bonek Gondo Mayit di Kabupaten Nganjuk: Tak Henti Tebar Kebaikan

"Kami tidak bisa membayangkan bila ada eksploitasi besar-besaran air tanah oleh pabrik air mineral yang berada di tengah permukiman warga Desa Juwono, bisa habis dan mengering sumur warga karena air disedot oleh pabrik air mineral dan diperjual belikan ke pasar," kata Sandipur dalam aksi demo di Balai Desa Juwono, Rabu (12/2/2020).

Dijelaskan Sandipur, adanya penolakan warga Desa Juwono atas pendirian pabrik air mineral di tengah permukiman warga tersebut dilakukan demi keberlangsungan ketersediaan air tanah bagi kehidupan warga.

Termasuk menyediakan air tanah bagi anak cucunya kelak. Karena bagaimanapun, apabila saat ini air tanah dieksploitasi untuk kepentingan usaha air mineral maka dikhawatirkan air tanah nantinya akan sulit didapat oleh warga setelah ketersediaanya mengalami penurunan.

"Maka dari itu, apapun bentuk upaya untuk mendirikan pabrik air kemasan di Desa Juwono bersama-sama kami tolak. Apalagi sejak awal tidak ada itikad baik seperti kulonuwun secara baik-baik dari perusahaan kepada Pemerintah Desa maupun kepada warga Desa Juwono," ucap Sandipur.

Sementara Kepala Desa Juwono Kusnul Hadi mengatakan, pihak Pemerintah Desa sesuai aturan sekarang ini tidak memiliki kewenangan untuk memberikan izin atau mengambil kebijakan terkait pendirian pabrik di Desanya. Ini setelah izin HO yang sebelumnya harus dimiliki perusahaan saat mendirikan pabrik di suatu daerah yang salah satunya kewenangan ada di Pemerintah Desa telah dihapus.

Halaman
12
Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved