Info Sehat
6 Mitos Kemoterapi yang Dipercayai Masyarakat, Dokter Bilang Tak Selalu Bikin Rambut Pasien Botak
Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan kanker. Berikut penjelasan fakta dan mitos kemoterapi menurut dokter.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan kanker.
Tindakan ini dilakukan dengan cara memasukkan zat kimia ke dalam tubuh.
Zat tersebut berfungsi untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh sel-sel kanker yang cepat membelah.
• 4 Tips Menjalani Kemoterapi dengan Nyaman Agar Hasil Optimal Menurut Dokter Spesialis, Apa Saja?
Sampai saat ini pengobatan kemoterapi masih menjadi momok bagi sebagain pasien kanker.
Pasalnya, pasien menganggap kemoterapi pasti akan menyebabkan kebotakan, penampilan tidak menarik, dan sebagainya.
dr Merlyna Savitry SpPD, dokter spesialis penyakit dalam dari MedicElle Clinic Surabaya mengatakan, banyak mitos tentang kemoterapi yang dipercaya oleh masyarakat.
"Mungkin dulu seperti itu. Tapi, saat ini teknologi dan obat kemoterapi sudah sangat berkembang di Indonesia. Pasien kemoterapi, misalnya, belum tentu menjadi kusam," katanya.
Merlyna pun memaparkan enam mitos tentang kemoterapi yang sebaiknya diketahui oleh masyarakat.
Apa saja? Simak pemaparan di bawah ini.
• Mengenal Can-Care Post Care Centre RS PHC Surabaya, Sediakan Layanan Pasca Pengobatan Kanker Gratis
1. Membuat Berat Badan Menurun
Kemoterapi diidentikkan dengan berat badan yang menurun.
Padahal, ungkap Merlyna, tidak semua pasien kemoterapi mengalaminya.
Kuncinya yaitu selalu bahagia dan menghindari stress.
• Deteksi Dini Kanker Payudara, Metode Skrining Bisa Tingkatkan Harapan Sembuh Pasien sampai 90 Persen
Perasaan stress, lanjutnya, sangat berpengaruh terhadap tubuh sehingga menurunkan berat badan.
"Setelah kemoterapi, pasien memang akan mengalami mual, muntah, dan diare. Tapi tidak semua mengalami penurunan berat badan seperti yang diyakini orang-orang," terang Merlyna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dr-merlyna-savitry-sppd-dokter-spesialis-medicelle-clinic-surabaya.jpg)