Info Sehat

6 Mitos Kemoterapi yang Dipercayai Masyarakat, Dokter Bilang Tak Selalu Bikin Rambut Pasien Botak

Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan kanker. Berikut penjelasan fakta dan mitos kemoterapi menurut dokter.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
ISTIMEWA
dr Merlyna Savitry SpPD, dokter spesialis penyakit dalam dari MedicElle Clinic Surabaya. 

2. Pasien Harus Dirawat Inap di Rumah Sakit

Rumah Sakit Umum Graha Amerta
Rumah Sakit Umum Graha Amerta ()

Pasien yang menjalani perawatan kemoterapi tidak harus dirawat inap di rumah sakit.

Hal ini berkat perkembangan pengobatan dalam dunia kesehatan.

"Mungkin, hal ini dulu dilakukan. Tapi, sekarang pengobatan kanker melalui kemoterapi bisa dilakukan dengan one day care. Pasien bisa mengonsumsi obat atau pil kemo. Hal ini memungkinkan perawatan dilakukan di rumah," papar Merlyna.

Kenali 4 Gejala Awal Kanker Paru dan Mengenal Pengobatan Imuno Onkologi, Simak Penjelasannya!

3. Pasien Harus Berbaring di Atas Kasur dalam Jangka Lama

Ilustrasi Kasur di kamar hotel
Ilustrasi Kasur di kamar hotel (huffingtonpost.com)

Mitos selanjutnya yakni pasien kemoterapi harus berbaring selama berbulan-bulan.

Menurut Merlyna, pasien kemoterapi juga menjalani aktivitas sehari-hari.

"Dokter pun menganjurkan pasien kemoterapi untuk melakukan olahraga ringan semampunya agar mengurangi efek samping pengobatan kanker," lanjutnya.

Kenali Gejala dan Pencegahan Kanker Serviks yang Rentan Diidap Perempuan, Simak Penjelasannya

4. Pasti Mengalami Kebotakan

Ilustrasi rambut rontok
Ilustrasi rambut rontok (Hindustan times)

Mitos ini banyak berkembang di masyarakat.

Padahal, Merlyna mengatakan, jenis dan dosis akan disesuaikan dengan kondisi kanker.

"Dosis yang seusai akan menurunkan efek samping, kemungkinan rambut rontok juga semakin kecil," ungkapnya.

Ia juga menyebut hasil penelitian yang dikutip dari Prevention yang mengatakan, pasien kemoterapi yang mengalami kerontokan rambut berkisar 15 sampai 60 persen.

4 Rutinitas Bisa Mengurangi Tekanan Darah dan Kolesterol Tinggi, Dua Pemicu Risiko Serangan Jantung

5. Kemoterapi Menyakitkan

ILUSTRASI KANKER PARU
ILUSTRASI KANKER PARU (SHUTTERSTOCK)

Banyak yang mengira bahwa kemoterapi menyakitkan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved