Info Sehat
Tak Perlu Takut Jalani Pembedahan Kanker Payudara, Ini Penjelasan Dokter Spesialis MedicElle Clinic
Pembedahan merupakan satu di antara tindakan dalam menangani kanker payudara. Sayangnya, banyak yang masih takut. Berikut penjelasan dokter
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pembedahan merupakan satu di antara tindakan dalam menangani kanker payudara.
Sayangnya, masyarakat masih menganggapnya sebagai treatment yang menakutkan.
Akibatnya, tidak banyak yang berani melakukannya.
• 4 Tips Menjalani Kemoterapi dengan Nyaman Agar Hasil Optimal Menurut Dokter Spesialis, Apa Saja?
Hal ini disampaikan oleh dr Sahar Bawazeer SpB, dokter spesialis bedah sekaligus Direktur Utama MedicElle Clinic Surabaya.
"Masih banyak yang menganggap tindakan ini harus dilakukan dengan cara mengangkat semua payudara atau maksektomi. Ini merupakan metode lama," terangnya.
Tindakan pembedahan tersebut, Sahar melanjutkan, kini bisa dilakukan untuk mengangkat benjolannya saja dengan menggunakan alat yang canggih.
"Sebelum dilakukan tindakan pembedahan, dokter terlebih dahulu melakukan tripel diagnostik, yakni radiologi, mamografi atau USG, dan patologi pada pasien," urainya.
Jika sudah diketahui jenis benjolannya, maka dokter akan menyampaikan treatment yang paling tepat.
Pada kasus kanker payudara, tindakan pembedahan untuk mengambil benjolan dan jaringan sekitar atau yang disebut lumpekomi, disarankan jika benjolan berukuran kecil.
• 6 Mitos Kemoterapi yang Dipercayai Masyarakat, Dokter Bilang Tak Selalu Bikin Rambut Pasien Botak
"Apabila benjolan yang ditemukan berukuran besar, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan kemoterapi untuk memperkecil. Setelah itu, baru dilakukan lumpektomi," terangnya.
Lebih lanjut, Sahar mengatakan, dalam pembedahan, payudara dilihat dengan cara dibagi dalam sisi kuadrat.
"Jika ada dua benjolan dalam satu sisi kuadrat yang sama, bisa dilakukan pembedahan. Sebaliknya, tindakan ini tidak bisa dilakukan jika terdapat dua benjolan pada sisi kuadrat berbeda," katanya.
• Mengenal Can-Care Post Care Centre RS PHC Surabaya, Sediakan Layanan Pasca Pengobatan Kanker Gratis
Pasca pembedahan, pasien diharuskan melakukan terapi radiasi atau radio terapi untuk mengetahui adanya penyebaran kanker.
"Pasien harus segera melakukan radioterapi secepatnya untuk memastikan hal tersebut. Jika terlalu lama, misalnya sampai 6 bulan pasca pembedahan, tidak ada artinya karena bisa jadi kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya," paparnya.
• Tanda-tanda Hipertensi yang Bisa Sebabkan Penyakit Jantung, Bercak Merah di Mata hingga Sesak Napas
Pembedahan lumpektomi dan maksektomi, lanjutnya, sama-sama memiliki kemungkinan terjadi kekambuhan antara satu sampai dua persen.
"Asalkan setelah tindakan pasien melakukan check up secara rutin. Jika ada kekambuhan, dapat dilakukan operasi ulang," tutup Sahar.
• 7 Pilihan Olahraga untuk Menghilangkan Stres, Mulai Paling Mudah hingga Sifatnya Kompetitif
Penulis: Christine Ayu
Editor: Arie Noer Rachmawati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dokter-spesialis-bedah-sekaligus-direktur-utama-medicelle-clinic.jpg)