Penerapan Tilang Elektronik di Surabaya
Rahasia Kamera CCTV E-Tilang di Surabaya, Tak Cuma Canggih, Komponennya Juga Bukan Sembarangan
Kmera CCTV e-tilang yang diterapkan di Surabaya tak hanya didukung dengan kecanggihan teknologi. Tapi, komponennya juga bukan sembarangan.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Arie Noer Rachmawati
Empat komponen tersebut yaitu kombinasi kamera dengan resolusi yang cukup, sistem transmisi data, server dan software.
"Kalau empat itu tidak komperatif di setting bersama tentu tidak akan optimal. Ibarat masakan harus mencocokan empat itu," kata dia.
• Dalam 30 Hari, E-Tilang di Kota Surabaya Deteksi 6.000 Pelanggar, Paling Banyak Pekerja Swasta
Penempatan alat pun membutuhkan cakupan luas serta sesuai dengan ketepatan fungsinya.
Spesifikasinya diseragamkan dengan tiga komponen lain untuk dapat mendukung kemampuan alat sebagai pendeteksi objek.
"Tidak hanya dirancang untuk tilang, kalau bisa satu perangkat bisa dipakai untuk macam-macam. Multifungsi," kata Endroyono.

Surabaya Pilot Project
Dr Ir Endroyono menyebut penerapan kamera CCTV e-tilang Surabaya turut menjadi perhatian mancanegara.
Surabaya menjadi pilot project penerapan "Surabaya Safety City" dengan memasang ratusan kamera dan diantaranya dioptimalkan untuk e-tilang.
"Kita lebih dulu, kalau ngomong ASEAN studi banding kesini. Kami berusaha membantu, mendampingi, membuat master plan sejak 2017," kata dia.
• E-Tilang di Kota Malang Siap Diterapkan, Pengendara Nakal Tak Pakai Seat Belt Bisa Terdeteksi CCTV
Penerapan tersebut tak lepas dengan pemahaman penegak hukum, regulasi dan teknologi.
"Harus faham benar, e-tilang itu menggabungkan Dishub Kota Surabaya, Polisi, Kejaksaan menjadi satu platform. Kami buat ide, konsep dan pendampingan parameter fungsi dan implementasinya" kata Endroyono.
Endroyono mengimbau kepada pemerintah daerah lain yang cenderung untuk mengikuti penerapan e-tilang Surabaya, untuk lebih dulu memahami fungsi dan kondisi kawasan lalu lintas sekitar.
"Kota lain tak wajib mengikuti Surabaya ataupun Jakarta tapi harus paham empat elemen tadi. Inovasi itu untuk layanan, bukan hanya gagah-gagahan tapi harus tahu fungsi. Surabaya selalu dievaluasi itu yang menjadi menarik," tutup Endroyono.
• Pengamat Transportasi & Tata Kota dari ITS: E-Tilang Diterapkan di Surabaya, Pengendara Lebih Tertib
Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Arie Noer Rachmawati