Penerapan Tilang Elektronik di Surabaya
Rahasia Kamera CCTV E-Tilang di Surabaya, Tak Cuma Canggih, Komponennya Juga Bukan Sembarangan
Kmera CCTV e-tilang yang diterapkan di Surabaya tak hanya didukung dengan kecanggihan teknologi. Tapi, komponennya juga bukan sembarangan.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selain didukung kecanggihan teknologi kamera CCTV, ternyata ada empat komponen yang penting dalam penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau e-Tilang.
Hal tersebut dikatakan oleh Manager Kawasan Inovasi ICT dan Robotics (Sciene-Technopark) ITS Surabaya Dr Ir Endroyono, DEA .
Menurutnya, syarat-syarat kamera CCTV yang diterapkan untuk e-tilang tidak sembarang kamera tetapi juga tidak harus kamera yang ajaib.
• Satu Bulan E-Tilang Diberlakukan, Warga di Surabaya Ngaku Kapok & Tingkatkan Kewaspadaan Berkendara
Dalam artian bukan kamera yang amat mahal dengan spesifikasi khusus.
"Kami gunakan spesifikasi pertama, harus kamera digital kemudian dipilih yang sudah ada prosesor yang merubah hasil tangkapan menjadi data. Punya kemampuan mengolah data," kata Dr Ir Endroyono, DEA di Ruang ICT Robotics Center, Senin (24/2/2020).
Endroyono mengakui Surabaya sebagai kota yang unggul dalam penerapan lalu lintas cerdas.
Satu keunggulannya lalu lalang kendaraan yang lewat dari berbagai daerah seperti Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan (gerbang kertasulila) hingga kota lainnya dapat dihitung melalui kamera.
"Surabaya kota yang unggul untuk pengatur lalu lintas cerdas. Itu berkat kamera juga untuk menghitung kendaraan yang lewat, jarak antar kendaraan, berapa lama kendaraan berhenti itu berkat kamera juga," kata dia.
"Surabaya itu jadi kota terbaik untuk urusan lalu lintas," tambah Dosen Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS.
• 3 Kabupaten di Jatim Susul Surabaya Terapkan E-Tilang, CCTV Dipasang untuk Bantu Rekam Pelanggaran
Kamera CCTV yang diterapkan untuk e-tilang di Surabaya diperkirakan Endroyono, senilai Rp 25 juta .
Kamera tersebut memiliki kemampuan merubah polarisasi sudut pantulan sehingga bisa menembus kaca film untuk mendeteksi pengendara.
Seperti, pemakaian sabuk pengaman dan face recognized pengendara mobil.
Terpenting, menurut Endroyono, empat komponen harus menjadi perhatian dalam penerapan e-tilang.
Empat komponen tersebut yaitu kombinasi kamera dengan resolusi yang cukup, sistem transmisi data, server dan software.
"Kalau empat itu tidak komperatif di setting bersama tentu tidak akan optimal. Ibarat masakan harus mencocokan empat itu," kata dia.
• Dalam 30 Hari, E-Tilang di Kota Surabaya Deteksi 6.000 Pelanggar, Paling Banyak Pekerja Swasta
Penempatan alat pun membutuhkan cakupan luas serta sesuai dengan ketepatan fungsinya.
Spesifikasinya diseragamkan dengan tiga komponen lain untuk dapat mendukung kemampuan alat sebagai pendeteksi objek.
"Tidak hanya dirancang untuk tilang, kalau bisa satu perangkat bisa dipakai untuk macam-macam. Multifungsi," kata Endroyono.

Surabaya Pilot Project
Dr Ir Endroyono menyebut penerapan kamera CCTV e-tilang Surabaya turut menjadi perhatian mancanegara.
Surabaya menjadi pilot project penerapan "Surabaya Safety City" dengan memasang ratusan kamera dan diantaranya dioptimalkan untuk e-tilang.
"Kita lebih dulu, kalau ngomong ASEAN studi banding kesini. Kami berusaha membantu, mendampingi, membuat master plan sejak 2017," kata dia.
• E-Tilang di Kota Malang Siap Diterapkan, Pengendara Nakal Tak Pakai Seat Belt Bisa Terdeteksi CCTV
Penerapan tersebut tak lepas dengan pemahaman penegak hukum, regulasi dan teknologi.
"Harus faham benar, e-tilang itu menggabungkan Dishub Kota Surabaya, Polisi, Kejaksaan menjadi satu platform. Kami buat ide, konsep dan pendampingan parameter fungsi dan implementasinya" kata Endroyono.
Endroyono mengimbau kepada pemerintah daerah lain yang cenderung untuk mengikuti penerapan e-tilang Surabaya, untuk lebih dulu memahami fungsi dan kondisi kawasan lalu lintas sekitar.
"Kota lain tak wajib mengikuti Surabaya ataupun Jakarta tapi harus paham empat elemen tadi. Inovasi itu untuk layanan, bukan hanya gagah-gagahan tapi harus tahu fungsi. Surabaya selalu dievaluasi itu yang menjadi menarik," tutup Endroyono.
• Pengamat Transportasi & Tata Kota dari ITS: E-Tilang Diterapkan di Surabaya, Pengendara Lebih Tertib
Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Arie Noer Rachmawati