Virus Corona di Mojokerto

PT KAI Batalkan Perjalanan KA Eksekutif Dan KA Ekonomi Paling Banyak Tujuan Surabaya- Bandung

Kepala Stasiun KA Mojokerto, Wahyudi Cahyadi menjelaskan sesuai kebijakan pusat membatalkan perjalanan kereta api jarak jauh kelas Eksekutif dan KA Ek

SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Para penumpang bersiap menaiki kereta api di Stasiun Mojokerto 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) (Persero) membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh untuk mengantisipasi potensi penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Paling banyak pembatalan rute perjalanan kereta api tersebut yaitu tujuan Surabaya- Bandung Jawa Barat.

Pembatalan perjalanan kereta api ini juga berimbas di Stasiun Mojokerto.

Kepala Stasiun KA Mojokerto, Wahyudi Cahyadi menjelaskan sesuai kebijakan pusat membatalkan perjalanan kereta api jarak jauh kelas Eksekutif dan KA Ekonomi.

"Hari ini Minggu 29 Maret 2020 sampai dengan 31 maret 2020 ada kereta api eksekutif dan ka ekonomi jarak jauh yang batal lagi," ujarnya kepada Surya, Minggu (29/3/2020).

Ia mengatakan adapun rute perjalanan kereta api jarak jauh yang dibatalkan adalah KA Argowilis tujuan Surabaya- Bandung (PP), KA Mutiara Selatan kelas eksekutif sama ekonomi premium tujuan Surabaya- Bandung (PP), KA Turangga tujuan Surabaya- Bandung (PP) dan KA Pasundan kelas ekonomi tujuan Surabaya- Kiaracondong (PP).

"Sementara pembatalan perjalanan kereta sampai 31 Maret kita tunggu kabar selanjutnya dari kantor pusat apa masih berlanjut," ungkapnya.

Warga Surabaya Mucikari Prostitusi Via WhatsApp Diamankan Polres Kediri, Bandrol Jasa Rp 3 Jutaan

Dampak Corona, Pemkot Malang Tahun Ini Tidak Menggelar Angkutan Mudik Lebaran Gratis

Pasien Covid -19 di RSUP dr Soedono Kota Madiun Tampak Sehat, Beredar Video Sedang Senam

Menurut dia, kebijakan pembatalan perjalanan ini sebagai upaya masif untuk memutus mata rantai potensi penyebaran Virus Corona dari kota ke sejumlah daerah.

Apalagi, transportasi masal ini mengalami penurunan jumlah penumpang secara drastis karena dampak Social Distancing akibat merebaknya wabah Pandemi Covid-19 tersebut.

"Sebenarnya munculnya Social Distancing karena ada Covid-19 mungkin saling berkaitan," jelasnya. (Mohammad Romadoni/TribunJatim.com).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved