Virus Corona di Kota Batu
Bantuan Rp 1 Juta per KK untuk Warga Kota Batu Mulai Disalurkan, Sopir hingga PKL sebagai Penerima
Pemkot Batu mulai menggelontorkan bantuan senilai Rp 1 juta per KK. Penerima bantuan sosial merupakan warga terdampak meliputi sopir, buruh tani.
Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Batu, M Chori, mengatakan, pemberian bantuan kepada warga sangat penting sebelum kawasan Malang Raya betul-betul menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Dikatakan M Chori, terkait PSBB Malang Raya, salah satu rekomendasi hasil pertemuan di Bakorwil yang dihadiri tiga kepala daerah Malang Raya, menyepakati masing-masing daerah mengajukan PSBB ke Gubernur Jawa Timur.
“Secara umum meskipun Kota Batu belum melaksanakan PSBB, namun beberapa kebijakan yang telah diambil saat ini sudah mengarah pada PSBB,” katanya.
Pemkot Batu telah meliburkan sekolah dan tempat kerja, khususnya hotel maupun tempat hiburan termasuk tempat wisata, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, melalui pembatasan kegiatan operasional kegiatan usaha, penutupan alun-alun, kawasab physical distancing, check point dan screening serta cipta kondisi kantramtibmas.
• Dinkes Kabupaten Malang Distribusikan Ribuan Alat Rapid Test Covid-19 secara Bertahap ke Desa-desa
“Pembatasan kegiatan seni dan budaya juga dilakukan melalui penutupan tempat-tempat hiburan dan pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak,” urainya.
Sesuai ketentuan, ada lima persyaratan yang harus dipenuhi pemerintah daerah jiga ingin melaksanakan PSBB, yaitu ketersediaan stok pangan.
Di Kota Batu, hasil penilaian dan monitoring dari Dinas Ketahanan Pangan dan Diskumdag, stok pangan masih cukup aman untuk dua bulan ke depan.
Kemudian ketersediaan Sarpras Kesehatan, di Kota Batu ada satu rumah sakit rujukan yakni Rumah Sakit Karsa Husada, dua rumah sakit pendukung, yakni Rumah Sakit Baptis dan Rumah Sakit Hasta Brata serta tiga rumah sakit untuk penegakan diagnosa, yaitu Rumah Sakit Etty Asharto, Rumah Sakit Haji, dan Rumah Sakit Punten.
“Serta lima Puskesmas termasuk penyiapan shelter tempat isolasi di masing-masing kecamatan dan tempat istirahat petugas medis,” kata M Chori.
• Dinkes Batu Periksa Puluhan Warga Desa Sumberejo yang Melayat Pasien Meninggal Positif Covid-19
Sementara kesiapan anggaran, Pemkot Batu telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 102 M melalui refocussing dan realokasi anggaran.
Kesiapan jaring pengaman sosial sudah disiapkan untuk 30 Ribu KK atau kurang lebih 43,5 persen dari total jumlah KK dengan nilai masing-masing KK sebanyak Rp 1 juta selama dua bulan.
“Kesiapan pengamanan juga sudah disiapkan tempat dan posko termasuk sebagai check point dan screening pada 4 titik pintu utama masuk Kota Batu,” tegasnya.
Keempat titik itu berada di pertigaan Pendem, Jalan Trunojoyo, Junggo dan Alun-alun Kota Batu yang sekaligus mengcover akses masuk dari Kecamatan Karangploso ke Kota Batu.
Editor: Dwi Prastika