Virus Corona di Jember

Lebih dari 32 Ribu Tiket Kereta di Wilayah KAI Daop 9 Jember Dibatalkan saat Pandemi Covid-19

Lebih dari 4.000 tiket kereta api masa angkutan Lebaran 2020 dibatalkan di wilayah kerja PT KAI Daop 9 Jember.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Ilustrasi kereta api di Stasiun Surabaya Gubeng. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Lebih dari 4.000 tiket kereta api masa angkutan Lebaran 2020 dibatalkan di wilayah kerja PT KAI Daop 9 Jember.

Dari rilis yang diterima TribunJatim.com pada Minggu (3/5/2020), terdapat 4.324 tiket yang dibatalkan di masa angkutan Lebaran 2020 khusus untuk keberangkatan 14 Mei sampai dengan 4 Juni (H-10 sampai dengan H+10), hingga akhir April 2020.

Sedangkan sisanya 7.320 tiket terpantau belum dibatalkan. Artinya sampai akhir April kemarin, ada 63 persen tiket dari total penjualan tiket masa angkutan Lebaran 2020 yang belum dibatalkan.

Sedangkan untuk pembatalan tiket kereta api oleh penumpang di masa pandemi virus Corona atau Covid-19 di wilayah Daop 9 Jember telah mencapai 32.219 tiket.

Pembatalan itu mulai 23 Maret hingga 30 April 2020.

Belum Habis Masa Karantina, 1 ODP Corona Asal Jember Nekat Masuk Surabaya, Kena Check Point di Waru

Rumah Sakit Rujukan Overload, Pemprov Bakal Bangun Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jawa Timur

Sebagian besar pembatalan tiket itu dilakukan secara offline di stasiun.

Ada sekitar 33 persen yang membatalkan tiket melalui aplikasi KAI Access.

“Total tiket yang sudah dibatalkan di wilayah Daop 9 Jember mulai 23 Maret hingga 30 April 2020 sebanyak 32.219 tiket," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember, Mahendro Trang Bawono, Minggu (3/5/2020).

PT KAI juga membuat kebijakan mempercepat proses pengembalian bea tiket tersebut.

Masjid Jami Al-Baitul Amien Jember Tetap Gelar Salat Tarawih dan Tadarus di Tengah Pandemi Covid-19

Gandeng 100 PKL, Pemprov Jatim Suplai Makanan untuk 15.000 Warga Surabaya Raya selama PSBB

Mahendro Trang Bawono berharap, dengan kebijakan percepatan pengembalian uang pembatalan tiket ini, dapat mempermudah masyarakat yang ingin membatalkan tiket, serta membantu masyarakat yang membutuhkan dananya kembali secara tunai dan cepat.

“Semoga kebijakan ini bermanfaat bagi masyarakat yang telah menunda perjalanan mudiknya dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona pada masa mudik angkutan Lebaran 2020,” pungkas Mahendro Trang Bawono.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved