Virus Corona di Malang

Pelayanan Kesehatan Posyandu dan Puskesmas Tetap Berjalan saat Penerapan New Normal di Kota Malang

Pada masa transisi menuju new normal, sejumlah sektor lebih dilonggarkan dibandingkan dengan penerapan PSBB Malang Raya lalu.

TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Tenaga Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Malang melakukan rapid test kepada pedagang di Pasar Besar Kota Malang, Mei 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kota Malang kini sedang memasuki masa transisi sebelum menerapkan new normal pasca penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya.

Pada masa transisi ini, sejumlah sektor lebih dilonggarkan dibandingkan dengan penerapan PSBB Malang Raya lalu.

Pemerintah Kota Malang kini sedang melakukan persiapan demi persiapan sebelum new normal diterapkan.

Seperti memastikan sejumlah pelayanan masyarakat, baik itu pelayanan di bidang pemerintahan maupun di bidang kesehatan.

Saat penerapan new normal, Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan, pelayanan kesehatan yang ada di Posyandu dan di seluruh Puskesmas akan berjalan seperti biasa.

PSBB Malang Raya Berakhir, Arus Lalu Lintas Kembali Ramai, Meningkat hingga 60 Persen

Car Free Day dan Taman Kota di Malang Masih Ditutup saat Penerapan New Normal

Pelayanan kesehatan tersebut disesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) saat berlangsungnya pandemi virus Corona atau Covid-19.

Di mana masyarakat yang nantinya ingin berobat bisa langsung mendatangi Puskesmas terdekat dengan protokol Covid-19.

"Sesuai Permenkes, layanan bisa dilakukan secara virtual, baik melalui telepon ataupun video call. Kecuali yang perlu tindakan mendesak ya harus kita lakukan. Jadi kita pastikan tidak ada pembatasan," ucap Plt Kepala Dinkes Kota Malang, Sri Winarni, Senin (1/6/2020).

Pelayanan lain seperti yang ada di Posyandu juga akan berjalan seperti biasa.

Masa Transisi New Normal Malang Raya, Pedagang di Pasar Oro-Oro Dowo Gunakan Masker dan Face Shield

UPDATE CORONA di Tulungagung Minggu 31 Mei, Empat Pasien Sembuh, Tiga di Antaranya Petugas Medis

Seperti halnya pelayanan kepada ibu hamil, pelayanan bisa dilakukan secara virtual ataupun tatap muka secara langsung.

Sri Winarni menyampaikan, untuk pelayanan trimester pertama dan kedua bagi ibu hamil bisa dilakukan dengan konsultasi melalui sambungan telepon atau video call.

Sedangkan untuk kehamilan trimester ketiga harus dilakukan dengan tatap muka secara langsung.

"Itu pun tidak berlaku bagi yang memiliki kelainan saat kehamilan. Jadi perlu tindakan yang harus dilakukan di Puskesmas," tandasnya.

Editor: Dwi Prastika

Jelang Penerapan New Normal, Diskoperindag Kota Malang Maksimalkan Ganjil Genap dan Belanja Online

Lama Membela Arema, Dua Pemain Senior ini Ungkap Hal yang Belum Dicapai Bersama Singo Edan

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved