Virus Corona di Lamongan

GTPPC Lamongan Bersama Perumda Pasar Luncurkan Aplikasi POL

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Lamongan bersama Perumda Pasar baru-baru ini telah meluncurkan aplikasi berbasis android, POL (Pasa

SURYA/SUGIYONO
Seorang pedagang ayam di pasar 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pandemi virus Corona atau Covid-19 memaksa seluruh dunia untuk melakukan berbagai inovasi untuk menyelamatkan berbagai aspek, baik aspek kesehatan maupun perekonomian.

Karena pandemi virus Corona atau Covid-19 ini belum bisa dipastikan kapan akan mereda. Salah satu yang harus beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru ini adalah pasar. Karena di pasar, lebih-lebih pasar tradisional, masih menjadi jujugan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Lamongan bersama Perumda Pasar baru-baru ini telah meluncurkan aplikasi berbasis android, POL (Pasar Online Lamongan).

Juru bicara GTPPC Lamongan Taufik Hidayat mengungkapkan, dengan POL ini masyarakat tidak perlu lagi pergi ke pasar secara langsung dan mengantri.

"Sehingga untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, bisa tanpa bertemu langsung dengan penjual. Pembayarannya juga bisa dengan uang virtual melalui LA Pay, " kata Taufik kepada TribunJatim.com, Kamis (25/6/2020).

Trenggalek Enggan Buru-buru Buka Tempat Wisata Masa Transisi, Tak Ingin Malah Jadi Sumber Penularan

20 Ruas Jalan Nasional di Surabaya Diambil Alih Pemkot, Wali Kota Risma: Operasionalnya di Kita

Dana BLT-DD di Desa Kepuhanyar Mojokerto Dipotong Rp.500 ribu, Warga Mengeluh Cuma Dapat Rp.100 ribu

Dijelaskab, setelah memasang aplikasi POL, masyarakat dapat melakukan pemesanan mulai jam 07.00-20.00 WIB.
Ia memastikan harga yang tertera di aplikasi sama dengan harga yang ada di pasar, dan terus diperbarui.

Saat ini, aplikasi ini baru berlaku untuk area Kota Lamongan. Sementara pemenuhan barangnya diambilkan dari pedagang di Pasar Rakyat Sidomulyo.

Untuk setiap transaksi, pemesan hanya perlu menanambah jasa pengiriman sebesar Rp 5.000.

Sementara Direktur Perumda Pasar, Hartono menambahkan, Pasar Rakyat Sidomulyo selama ini juga tetap menerapkan protokol kesehatan bagi pengelola pasar, pedagang pasar, maupun pengunjung pasar.

Mulai dari penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun di bawah air yang mengalir, pemerikasaan suhu badan dan physical distancing.

"Kami juga selalu melakukan penyemprotan disinfektan setelah operasional pasar pengelola pasar, pedagang pasar, maupun pengunjung pasar," jelasnya.

Mulai dari penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun di bawah air yang mengalir, pemerikasaan suhu badan dan physical distancing.

"Kami juga selalu melakukan penyemprotan disinfektan setelah operasional pasar tutup,” ungkapnya.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved