BPJS Kesehatan Jember

Pendeta Roland : JKN Jadi Tangan Tuhan Bantu Obati Penyakit Jantung Saya

Pendeta Roland Sitompul warga Jember, Jawa Timur, yang bertahun tahun mengidap penyakit jantung merasa tertolong Program JKN-KIS.

BPJS KESEHATAN JEMBER
Pendeta Roland Sitompul dari Jember mengaku sangat terbantu oleh program JKN-KIS. Program ini, menurutnya, sangat meringankan pengeluaran biaya kesehatan karena ia mengidap penyakit jantung selama bertahun-tahun. 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Program JKN-KIS atau Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat telah banyak menolong masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Satu di antaranya adalah Pendeta Roland Sitompul warga Jember, Jawa Timur, yang mengidap penyakit jantung selama bertahun-tahun.

Pria kelahiran 23 Agustus 1946 itu mengatakan, Program JKN-KIS yang diikutinya sejak 2014 telah membantu meringankan biaya perawatan dan pengobatan penyakit jantung yang dideritanya.

"Mundur 17 tahun ke belakang sejak 2013 (1996), tiba-tiba saya kena serangan jantung. Tapi bisa bertahan selama belasan tahun. Saya lalu memutuskan pasang tiga ring di RS Mitra Keluarga Surabaya.

Biayanya Rp 225 juta. Cukup besar ya kalau biaya segitu dari kantong sendiri," kata Pendeta Roland saat ditemui di rumahnya, di belakang gereja di Jalan Dharmawangsa, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu.

Cerita Ningsih Rasakan Kemudahan Daftar JKN-KIS via Aplikasi Mobile JKN, Manfaat Diperoleh Berlimpah

Peserta BPJS Kesehatan Periksa Mata? Tak Perlu ke RS Bisa Langsung ke Optik, Berlaku Mulai Juni 2020

BPJS Kesehatan Cabang Malang Beri Relaksasi Pelunasan Tunggakan, Berlaku hingga Akhir 2020, Cek!

Pria yang saat ini aktif dalam kegiatan keagaamaan di gereja itu menceritakan, biaya kesehatan sebesar itu nyaris tak bisa ditanggungnya. Namun, di tengah kegalauannya, Pendeta Roland teringat soal program JKN-KIS.

"Saya ingat kalau tidak salah pemerintah punya program kesehatan. Akhirnya pada 2014 saya mendaftar untuk ikut program tersebut," tuturnya.

Pendeta Roland menceritakan, awalnya ia mendaftar sebagai Peserta Mandiri (Pekerja Bukan Penerima Upah/PBPU) pada pelayanan kelas 2. Namun, karena kemapuan dan demi mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal, dirinya menaikkan pelayanan perawatan di kelas 1.

"Saya harus menjalani perawatan terus menerus. Setelah jadi peserta JKN saya masih harus pasang kateter jantung di salah satu RS di Surabaya. Biayanya Rp 11 juta. Waktu mau bayar di kasir, ternyata biayanya sudah dijamin BPJS Kesehatan. Waah... hebat," kenangnya.

Pendeta Roland juga mengenang, dua tahun lalu, yakni 2018 dirinya kembali melakukan pemasangan ring pada jantungnya di RS Siloam Surabaya dengan total biayanya sekitar Rp 30 juta.

Ia sempat begitu tahu biaya sebesar itu. Namun seketika ia menjadi tenang setelah mengetahui semua itu sudah terjamin dan dibiayai JKN.

Halaman
12
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved