Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Alasan Pekerja Luar Kota Surabaya Wajib Bawa Hasil Rapid atau Swab Negatif, ini Penjelasan Gugus

Pemkot Surabaya membeberkan sejumlah alasan mengapa pekerja luar kota Surabaya yang keluar masuk kota wajib negatif Covid-19.

Freepik
ILUSTRASI Wabah virus Corona. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya membeberkan sejumlah alasan mengapa pekerja luar kota Surabaya yang keluar masuk kota wajib negatif Covid-19.

Satu di antaranya, tren penyebaran virus Corona di Surabaya mulai mengalami penurunan.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, situasi ini tak boleh membuat lengah. Justru harus terus ditingkatkan.

Aturan Baru Pekerja Luar Kota Surabaya, Wajib Bawa Hasil Rapid atau Swab Negatif, Berlaku 14 Hari

"Tren untuk perkembangan Surabaya yang turun, dengan Perwali, kita pertahankan jangan sampai tren naik lagi," kata Irvan, Rabu (15/7/2020).

Irvan mengatakan, itu dilakukan agar ada jaminan mereka yang beraktifitas di Surabaya dalam kondisi aman atau negatif. Sehingga keputusan ini diambil.

Menurut Irvan, dalam situasi pandemi ini, segala hal harus dilakukan agar laju penularan terus dapat dikendalikan.

Pesan Khusus dari Pembunuh Editor Metro TV Menurut Ahli Viktimologi, dari Letak Pisau, Saya Hukum

Motif Asmara & Orang Ketiga di Balik Kematian Editor Metro TV, Kekasih Yodi Prabowo: Rekan 1 Kantor

Harapannya, wabah virus Corona ini dapat segera tuntas.

"Bukan hanya yang bekerja, siapa pun dari luar daerah akan diminta hasil rapid test," ungkap Irvan.

Sebelumnya, Perwali Nomor 33 Tahun 2020 yang baru dikeluarkan Pemkot Surabaya, di antaranya mewajibkan seluruh pekerja luar kota yang keluar masuk Surabaya harus negatif Covid-19.

UPDATE CORONA di Dunia Rabu 15 Juli 2020, Total Kasus Global Capai 13,4 Juta, Indonesia Urutan 26

Bahkan, harus mengantongi surat keterangan rapid test non reaktif maupun tes swab dengan hasil negatif yang berlaku 14 hari.

Ketentuan itu termuat dalam pasal 12 poin 2 tentang pedoman pelaksanaan tatanan normal baru pada kondisi pandemi Corona atau Covid-19 pada kegiatan bekerja di tempat kerja untuk karyawan/pekerja.

"Terutama yang berhubungan langsung dengan masyarakat, misalnya waitres, karyawan yang punya hubungan langsung dengan masyarakat,"

Kasus Covid-19 di Batu Terus Naik, Wali Kota Dewanti Belum Berencana Tutup Alun-alun, ini Alasannya

Penulis: Yusron Naufal Putra

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved