Mengenal Nico, Perajin Barongan Asal Tulungagung yang Merintis Usaha Sejak SMP
Di usianya yang masih belia, Nico telah menjadi perajin barongan asal Tulungagung yang diperhitungkan.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Nico masih ingat, produk pertamanya diiklankan lewat Facebook. Produk itu kemudian dibeli warga Kecamatan Boyolangu seharga Rp 800.000.
• Tidak Bisa Melepas Cincin, Warga Tulungagung ini Datangi Petugas Pemadam Kebakaran
Setelah produk pertamanya laku, Nico semakin giat menghasilkan produk. Meski untuk satu barongan butuh waktu pengerjaan bisa sampai satu bulan. Sebab Nico hanya bisa menyisihkan waktunya setelah pulang sekolah.
“Asal selesai dikerjakan, langsung diiklankankan di Facebook. Nanti mengerjakan lagi yang baru,” ucap Nicu.
Harga barongan yang dikerjakan Nico tergolong murah. Harga paling murah Rp 500.000, hingga yang paling mahal Rp 2.500.000. Harga ini ditentukan berdasar ukuran dan kerumitan desain.
Selain itu bahan baku jamang (hiasan bagian belakang) juga mempengaruhi harga.
• Menjelang Idul Adha, Penjualan Sapi Dari Peternak Desa Padangan Tulungagung Turun Drastis
Bahan kulit dipatok lebih bahal jika dibanding dengan bahan talang. Dengan produknya ini, Nico bisa memenuhi kebutuhan uang jajan dan uang pulsa secara mandiri.
“Saya tidak pernah mematok berapa produk yang harus diselesaikan. Karena ini kan kegiatan selingan, sekolah tetap nomor satu,” pungkasnya.
Editor: Dwi Prastika