Virus Corona di Indonesia

Pemberian Vaksin Covid-19 Bukan Imunisasi, Achmad Yurianto: Tujuannya Memutus Mata Rantai Penularan

Achmad Yurianto mengatakan, vaksin Covid-19 bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut, bukan imunisasi.

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto mengatakan, vaksin Covid-19 bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut. 

TRIBUNJATIM.COM - Vaksin Covid-19 berbeda dengan vaksin imunisasi.

Hal ini diungkapkan oleh Achmad Yurianto.

Pemberian vaksin Covid-19 tidak sama dengan vaksin untuk program imunisasi.

Adapun tujuan dari pemberian vaksin Covid-19 adalah untuk memutus mata rantai penularan.

Dengan diberikannya vaksin Covid-19, harapannya bisa memutus rantai penularan penyakit.

Matangkan Langkah Cegah Covid-19 dalam Lanjutan Liga 1, PT LIB: Pemain Sakit Flu Dilarang Tanding

20 Ibu Hamil di Gresik Positif Covid-19, Dokter RSUD Ibnu Sina: Penting Disiplin Protokol Kesehatan!

BERITA TERPOPULER JATIM: Polwan Polres Lamongan Bantu Pemakaman Jenazah Covid-19 - Survei Indopol

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto mengatakan, vaksin Covid-19 bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut.

Menurut Achmad Yurianto, yang perlu dipahami masyarakat adalah pemberian vaksin Covid-19 berbeda dengan vaksin untuk program imunisasi.

"Kita harus melihat bahwa vaksin Covid-19 jangan disikapi sebagai vaksin program (imunisasi). Ini (vaksin Covid-19) outbreak respons ya," ujar Achmad Yurianto dalam talkshow daring bersama Satgas Penanganan Covid-19 yang ditayangkan di saluran YouTube BNPB, Senin (31/8/2020).

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes yang juga juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto.
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes yang juga juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto. (Kompas TV/Imron-Chandra)

Dorong Dana Bagi Hasil Sawit, DPD RI Siap Wujudkan Harapan 21 Provinsi Penghasil Sawit

Mojokerto Heboh, Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengambang di Sungai Brantas: Korban Tak Beridentitas

Rata-rata Ada 3 Kasus Positif Baru Tiap Hari, Masa Tanggap Darurat Covid-19 Tulungagug Diperpanjang

"Tujuan dari vaksin Covid-19 memang untuk secepatnya memutus mata rantai penularan. Ini beda dengan vaksin program imunisasi," lanjut dia.

Masyarakat harus memahami perbedaan mendasar itu.

Selain itu, kata Achmad Yurianto, pemberian vaksin Covid-19 nantinya sangat dipengaruhi oleh kondisi epidemiologi Covid-19 itu sendiri.

Lutfi Agizal Sudahi Pembahasan Kata Anjay, Kini Minta Maaf: Saya Tak Bermaksud Memecahbelah Bangsa

UMK 2021 Berpotensi Lebih Rendah dari Besaran UMK 2020? Penyebabnya ini

"Ini yang harus kita pahami sehingga masyarakat mestinya dari awal sudah mulai kita beri info sebanyak-banyaknya soal ini," tambah Achmad Yurianto.

Sebelumnya, ahli epidemiologi dari Universitas North Carolina, Amerika Serikat, Juhaeri Muchtar mengatakan, masyarakat dan pemerintah berharap vaksin Covid-19 bisa diproduksi akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021.

Namun, ia mengingatkan agar masyarakat dan pemerintah tak terlalu euforia seolah vaksin Covid-19 di Indonesia sudah mulai diproduksi.

Bilik ATM Pinggir Jalan Kawi Pecah Ditembak Seseorang, Polresta Malang Kota Buru Pelaku

Gresik Masuk Zona Oranye, Ternyata Sudah Ada 20 Ibu Hamil Positif Covid-19 di RSUD Ibnu Sina

Matangkan Langkah Cegah Covid-19 dalam Lanjutan Liga 1, PT LIB: Pemain Sakit Flu Dilarang Tanding

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved