Breaking News:

Tidak Ingin Petani Tewas, Kades di Gresik Pasang Jebakan Tikus Alami

Belum lama ini, petani di Kabupaten Gresik harus menghembuskan nafas terakhir usai tersengat listrik jebakan tikus di sawah. Guna membasmi hama tikus

Willy Abraham/Tribunjatim
Warga bersama Babinsa Duduksampeyan gotong royong menyemprot lubang tikus dengan alat semprong dan emposan di sawah Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, Senin (13/8/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Belum lama ini, petani di Kabupaten Gresik harus menghembuskan nafas terakhir usai tersengat listrik jebakan tikus di sawah. Guna membasmi hama tikus dan mencegah warga meninggal akibat jerat tikus beraliran listrik, pemerintah desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik gencar memasang burung hantu di persawahan dan menyemprotkan asap belerang mengunakan emposan serta semprong di lubang tikus.

Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar, bersama Babinsa Koramil Duduksampeyan, Hidayatullah, Tim Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Duduksampeyan Darnimawati, para petani dan pemuda Gredek bahu-membahu membangun rumah burung hantu atau rubuha.

Tiang besi dipasang di lahan persawahan. Masing-masing rubuha diberi jarak 500 meter. Total ada 25 rubuha yang dipasang.

Ghopar mengatakan, kegiatan dilanjutkan gotong royong menyemprot lubang tikus dengan alat semprong dan emposan.

"Ini bagian dari usaha kami agar tanaman padi dan semangka tidak rusak atau mati akibat serangan hama tikus," katanya kepada TribunJatim.com.

Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Petani di Gresik Tewas di Sawah

Rekom PDI Perjuangan untuk Pilkada Surabaya 2020 Turun, Nama dalam Amplop Diumumkan Besok

Lutfi Agizal Sudahi Pembahasan Kata Anjay, Kini Minta Maaf: Saya Tak Bermaksud Memecahbelah Bangsa

Semprong sendiri merupakan alat semprotan api yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Cara kerjanya gas elpiji yang dialirkan melalui pipa dinyalakan apinya kemudian serbuk belerang dimasukan lubang tikus dan dibakar. Sedangkan emposan merupakan alat berbentuk knalpot sepeda motor yang didalamnya diisi serbuk belerang dan rumput kering. Kemudian dibakar dan asapnya dimasukan lubang tikus.

"Kami memilih mengunakan alat-alat alami supaya ketergantungan petani terhadap jerat listrik berkurang. Bahkan, kalau bisa ditinggalkan," tuturnya kepada TribunJatim.com.

Ia bercerita upaya membasmi hama tikus dengan burung hantu gencar dijalankan, lantaran tidak ingin kembali warganya yang meninggal dunia akibat terkena jebakan tikus beraliran listrik di sawah.

"Sejak 2005 sudah ada 9 warga Gredek yang meninggal dua, akibat terkena jebakan tikus beraliran listrik. Salah satunya adalah bibi saya sendiri," ungkapnya kepada TribunJatim.com.

Sebelumnya, hama tikus menyerang tanaman padi dan semangka milik petani. 1 hektar lahan persawahan bisa mampu menghasilkan 15 sampek 16 ton padi. Namun kini hanya 10 ton. Berkurangnya hampir 5 ton. Dampak hama tikus sangat luar biasa merugikan petani.

Sementara, Darnimawati, Penyuluh Pertanian Lapang, Kecamatan Duduksampeyan wilayah desa Gredek, Sumari, Tirem Ambeng-ambeng dan Watangrejo menjelaskan sekarang tikus sudah menjadi endemik. Untuk itu, pemasangan rubuha ini sangat penting.

"Adanya rubuha ini saya harap bisa menghentikan pengunakan setrum listrik yang membahayakan jiwa para petani. Satu burung hantu tiyto alba dewasa dapat memakan 3-4 ekor tikus dan bisa membunuh 20 ekor tikus dalam sehari. Sehingga sangat efektif dalam menangulangi hama tikus," tutupnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved