Breaking News:

Pilkada Kota Surabaya

Risma Diadukan Karena Sebut Eri Cahyadi sebagai Putranya, 'Anak-Anak Bu Risma Bersatu' Membela

Sejumlah anak muda di Surabaya yang mengatasnamakan 'Anak-Anak Bu Risma Bersatu' mendatangi Balai Kota Surabaya, Kamis (5/10/2020).

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
ahmad Zaimul Haq/suraya
Sejumlah anak muda di Surabaya yang mengatasnamakan "Anak-Anak Bu Risma Bersatu" mendatangi Balai Kota Surabaya, Kamis (5/10/2020). Mereka membela Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang sebelumnya diadukan ke Polda karena menyebut Eri Cahyadi sebagai putranya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejumlah anak muda di Surabaya yang mengatasnamakan 'Anak-Anak Bu Risma Bersatu' mendatangi Balai Kota Surabaya, Kamis (5/10/2020).

Mereka membela Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang sebelumnya diadukan ke Polda karena menyebut Eri Cahyadi sebagai putranya.

Koordinator 'Anak-Anak Bu Risma Bersatu', Albert Kurniawan menilai aduan tersebut tak berdasar.

"Itu aduan lucu dan terkesan mengada-ada," kata Albert kepada wartawan saat ditemui di sela aksi.

Albert mengingatkan bahwa Risma yang menjadi Wali Kota Surabaya dua periode sukses memimpikan Kota Pahlawan. Berbagai kemajuan pun dirasakan warga Surabaya, tak terkecuali para anak mudanya.

Tak heran, mereka pun sudah menganggap Risma sebagai ibu mereka.

Baca juga: Mengerikan, Kuncian Tangan Petarung Wanita Ini Bikin Sang Lawan Alami Patah Tulang

Baca juga: TRAGIS, Perawat Bunuh Dokter yang Memaksanya Bercinta, Tubuh Mayat Dipotong-Dimasak, Hukuman Mati

Baca juga: Muncul Penampakan Gulungan Awan Unik di Sekitar Gunung Arjuna, Begini Penjelasan BMKG

"Sehingga, kalau kemudian Ibu Risma menganggap kami, termasuk Pak Eri sebagai anaknya, tak ada yang salah. Kami pun, Arek-Arek Surabaya, memang anak-anaknya Bu Risma," tegasnya.

Dalam aksi solidaritas tersebut, mereka membentangkan baliho di kawasan persimpangan Jalan BKR Pelajar, tak jauh dari Balai Kota Surabaya. Baliho ini berisi dukungan kepada Risma.

Selesai berunjuk rasa, mereka lantas menyampaikan aspirasi mereka ke Pemkot Surabaya. Mereka ditemui Staf Humas Pemkot Surabaya.

"Kami tegaskan aduan itu hanya 'mencari-cari' saja. Tak masuk akal dan terkesan mengada-ada," tegas Aliansi yang menyebut berasal dari perwakilan sejumlah Aliansi kepemudaan di Surabaya tersebut kepada TribunJatim.com.

Untuk diketahui, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diadukan seorang pengacara bernama Abdul Malik ke Polda Jatim. Pengaduan ini dibuat karena Malik menilai Risma melakukan sejumlah kebohongan publik dan pelanggaran Pemilu.

Abdul Malik mengatakan Risma melakukan sejumlah pelanggaran pemilu saat mengkampanyekan calon Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi.

"Tujuan kami memberikan satu legal opini kepada Dir (penyidik), khususnya tentang masalah-masalah video yang diunggah oleh Risma dan berita-berita yang dilakukan oleh Irvan (Irvan Widyanto, Plt Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya), dalam legal opini tertera di situ ada kebohongan publik," kata Abdul Malik di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (2/11/2020).

Malik pun merinci beberapa tindakan Risma yang dinilai merupakan kebohongan publik. Mulai dari menyebut Eri sebagai anaknya, hingga mempermasalahkan kampanye Risma yang dianggap tidak berizin. (bob/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved