Breaking News:

Kurangi Beban Berat Pedagang dan Pelaku Usaha Mikro Nganjuk, Mas Novi Bagikan Bansos Penguatan Modal

Kurangi beban berat pedagang dan pelaku usaha mikro Nganjuk akibat pandemi Covid-19, Mas Novi bagikan bantuan sosial penguatan modal.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat membagikan bantuan sosial kepada pedagang dan pelaku usaha mikro untuk penguatan modal setelah terdampak pandemi Covid-19, Kamis (26/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Sebanyak 989 pedagang dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Nganjuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, dampak pandemi Covid-19 ( virus Corona ).

Bantuan tersebut berupa Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pihaknya berharap kepada seluruh pedagang dan pelaku usaha mikro serta industri kecil menengah agar benar-benar memanfaatkan bantuan yang diberikan untuk berproduksi dan meningkatkan kualitas. Bahkan, bila diperlukan dan diminta maka dirinya siap untuk memberikan materi pelatihan dalam pengembangan usaha mikro kecil.

"Silakan meminta kami untuk memberi pelatihan kepada pelaku usaha mikro semuanya, kami akan berikan apa yang ingin diketahui semuanya, terutama soal peluang pasar produk usaha mikro di Nganjuk," kata Novi Rahman Hidhayat, seusai menyerahkan batuan kepada pedagang dan pelaku usaha mikro, Kamis (26/11/2020).

Dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, persaingan pasar saat ini sangat ketat.

Baca juga: Tekan Penyebaran, Tim Satgas Covid-19 di Nganjuk Pantau Lingkungan Stasiun Kereta Api

Baca juga: Pemkab Madiun Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19

Dengan demikian, apabila pelaku usaha mikro menengah Kabupaten Nganjuk tidak ada upaya peningkatan kualitas, maka bisa tertinggal. Bahkan, usaha mikro kecil tersebut bisa gulung tikar karena kalah bersaing.

Di samping itu, menurut Novi Rahman Hidhayat, usaha mikro juga harus meningkatkan skill dan kemampuan sumber daya manusia dengan mengikuti perubahan zaman.

Selain itu, pelaku usaha mikro harus dapat meningkatkan kualitas layanan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, baik yang diselenggarakan pemerintah atau pihak lain untuk pengembangan usaha.

Baca juga: Implementasi Penciptaan SDM Unggul Bidang Multimedia, Diskominfo Nganjuk Gelar Kompetisi Film Pendek

Baca juga: Satgas Covid-19 Nganjuk Terus Intensif Gelar Operasi Yustisi, Jaring Pelanggar Prokes di Jalan Raya

"Kami kira apabila pelaku usaha mikro di Nganjuk dapat memenuhi semuanya itu maka bisa dipastikan mereka akan dapat bersaing di pasar yang cukup ketat," tandas Mas Novi, panggilan Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk, Heni Rochtanti mengatakan, bantuan yang diberikan kepada pedagang dan pelaku usaha mikro tersebut dimaksudkan untuk pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.

Ini dikarenakan pedagang dan pelaku usaha mikro semenjak adanya pandemi Covid-19 omzetnya mengalami penurunan cukup signifikan, bahkan hingga sekarang ada yang belum dapat bangkit seperti sebelumnya.

"Tentunya dengan bantuan itu diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai modal berproduksi lagi setelah selama pandemi Covid-19 banyak yang mengalami penurunan pemasaran," tutur Heni Rochtanti.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved