Breaking News:

Kapolres Madiun: Angka Kecelakaan di Jalan Arteri pada Tahun 2020 Turun, Kecelakaan di Tol Naik

Kapolres Madiun, AKBP R Bagoes Wibisono: Angka kecelakaan di jalan arteri pada tahun 2020 turun, laka lantas di tol naik.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kapolres Madiun, AKBP R Bagoes Wibisono saat gelar press release akhir tahun di Mapolres Madiun, Selasa (29/12/2020) pagi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rahadian Bagus

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Angka kasus kecelakaan lalu lintas di jalan arteri Madiun pada 2020 mengalami penurunan jumlah bila dibandingkan pada 2019.

Hal itu disampaikan Kapolres Madiun, AKBP R Bagoes Wibisono saat press release akhir tahun di Mapolres Madiun, Selasa (29/12/2020).

AKBP R Bagoes Wibisono menuturkan, pada 2019 kasus laka lantas di jalan arteri berjumlah 652 kasus, dengan jumlah korban meninggal mencapai 120 orang, luka berat 2 orang, dan luka ringan 793 orang.

Sedangkan tahun 2020, jumlah kasus laka lantas di jalan arteri sebanyak 552 kasus, dengan jumlah korban meninggal 102 orang, luka berat 2 orang, dan luka ringan 706 orang.

Sementara, jumlah kerugian materiil akibat laka lantas di jalan arteri pada tahun 2019 Rp 1.132.050.000 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta lima puluh ribu rupiah), sedangkan tahun 2020 sebesar Rp 974.550.000 (sembilan ratus tujuh puluh empat ribu lima ratus lima puluh ribu rupiah).

Baca juga: Larang Penggunaan Knalpot Brong pada Malam Tahun Baru 2021, Polres Madiun Beri Imbauan Bengkel Motor

Baca juga: Tak Ada Perayaan Malam Tahun Baru 2021 di Ponorogo, Alun-alun dan Jalan Baru Tutup Jam 9 Malam

Sebaliknya, angka laka lantas di jalan tol pada 2020 justru mengalami kenaikan, bila dibandingkan pada 2019.

Kasus laka lantas pada 2019 di jalan tol sebanyak 18 kasus, dengan jumlah korban meninggal sebanyak 15 orang, luka berat 1 orang, luka ringan 42 orang. 

Sementara kasus laka lantas pada 2020 di jalan tol sebanyak 19 kasus, bertambah satu kasus bila dibanding pada 2019. Jumlah korban laka sebanyak 8 orang, dan luka ringan 42 orang.

AKBP R Bagoes Wibisono mengatakan, tren penurunan kasus laka lantas di jalan arteri kemungkinan disebabkan karena beberapa hal. Satu di antaranya karena pandemi Covid-19 (virus Corona). 

Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di Kabupaten Meningkat, Bupati Madiun Sidak Dua RSUD

Baca juga: Geram Musalanya Dimasuki Massa Tanpa Melepas Alas Kaki, Tokoh Agama di Tulungagung Mengadu ke Polres

Baca juga: Senggol Pembatas Jalan Saat Hendak Menyalip, Pria Nganjuk Terlindas Truk di Bypass Krian Sidoarjo

"Ini mungkin disebabkan karena beberapa hal, yaitu selain karena pandemi Covid-19, juga adanya kesadaran masyarakat dalam berlalu lantas banyak yang mematuhi aturan lalu lintas sehingga bisa menekan jumlah kecelakaan maupun pelanggaran,” kata AKBP R Bagoes Wibisono

Selain itu, kata AKBP R Bagoes Wibisono, turunnya angka laka lantas di jalan arteri juga menjadi indikasi bahwa kesadaran masyarakat dalam berdisiplin berlalu lintas meningkat.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved