Ujung Tali Sling Jembatan Cemplong Malang Putus, Warga Berharap Segera Dilakukan Perbaikan

Ujung tali sling Jembatan Gantung Cemplong yang menghubungkan antara Kelurahan Polehan dan Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang putus.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Pipin Tri Anjani
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Warga sekitar, Ponijan saat menunjukkan bagian ujung tali sling Jembatan Gantung Cemplong yang telah putus. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ujung tali sling Jembatan Gantung Cemplong yang menghubungkan antara Kelurahan Polehan dan Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang putus.

Saat TribunJatim.com mendatangi lokasi jembatan, ujung tali sling yang putus berada di bagian timur jembatan. Atau tepatnya berada di bagian Jalan Kresno Gang VIII, RT 3 RW 1, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing.

Seorang warga, Ponijan (60) mengatakan ujung tali sling jembatan yang putus berada di bagian dekat pasak penahan.

"Dua dari empat ujung tali sling yang berada di dekat pasak penahan jembatan, putus pada sisi timur jembatan. Sehingga saat ini yang menahan jembatan gantung tersebut, hanya dua tali sling saja," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (3/1/2021).

Ia menjelaskan putusnya ujung tali sling itu, diketahui oleh warga pada sebulan yang lalu.

"Ketika sudah tahu putus (ujung tali sling), warga langsung melakukan penutupan sementara jembatan di jam tertentu," tambahnya.

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Sanan di Malang Sampai Bikin Inovasi untuk Tingkatkan Omset

Baca juga: Cerita Penghulu Pernikahan Din Syamsuddin, Sempat Was-was Saat Prosesi Akad Nikah di Pondok Gontor

Dirinya mengaku, tali sling jembatan gantung yang memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan Sungai Brantas tersebut kondisinya memprihatinkan. Dimana hampir seluruh bagiannya telah 'diselimuti' oleh karat.

"Jembatan ini telah berdiri sejak 10 tahun yang lalu. Dan jembatan ini sering dipakai warga melintas, sebagai tembusan bila Jalan Muharto macet," jelasnya.

Dirinya berharap ada perhatian khusus dari dinas terkait, untuk segera melakukan renovasi terhadap jembatan tersebut.

"Kalau saya berharap tali slingnya diganti semuanya. Biar masyarakat yang lewat disini merasa aman dan tidak was-was," jujurnya.

Sementara itu Lurah Polehan, Muhammad Ali Nuryadi menjelaskan usai mengetahui ada ujung tali sling yang putus, pihaknya langsung menghubungi Lurah Jodipan untuk melakukan penutupan jembatan.

Baca juga: Tren Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Blitar 91,15 Persen, Satgas Berharap Tak Ada Lonjakan Kasus

"Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Karena kondisinya yang mengkhawatirkan," ungkapnya.

Ali juga mengaku telah mengirimkan surat laporan terkait hal tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Camat Kedungkandang, dan BPBD Kota Malang.

"Pihak DPUPRPKP Kota Malang sudah mengecek kondisi jembatan. Dan menurut saya, penyebab tali sling putus karena faktor cuaca dan usianya yang sudah cukup lama. Saya mengusulkan agar tali slingnya diganti, namun DPUPRPKP yang lebih mengerti secara teknis, karena kami hanya melaporkan saja," tandasnya.

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved