Breaking News:

Banyak Dikritik Netizen, Ini Alasan Wali Kota Madiun, Maidi Bangun Patung Merlion

Pemerintah Kota Madiun, baru saja meresmikan Patung Merlion ala Singapura. Patung singa berbadan ikan ini dibangun di Jalan Pahawan Kota Madiun

istimewa
Wali Kota Madiun, Maidi meresmikan patung Merlion 

Ia memilih patung Merlion yang dapat menyemprotkan air, karena menurutnya biasanya patung yang dapat menyemprotkan air hanya berbentuk ikan atau patung anak kecil.

"Nah, nek saiki iwak tombro ngebros (menyembur), kan akeh tunggale wisan, terus habis itu apa lagi neng tempat wisata, iwak to. Iwak nyemprot, nek ora bocah nguyuh. Piye, bocah nguyuh? kan saru," katanya.

Maidi juga menjawab kritik netizen yang mempertanyakan kenapa Pemkot Madiun tidak membangun ikon lokal, misalnya patung pendekar atau patung pecel. Maidi mengatakan, di Kota Madiun sudah ada patung pendekar dan patung pecel.

"Patung Pendekar sudah ada, patung pecel sudah ada. Ini lokal. Kalau mau ingin buat patung pendekarnya masing-masing, silahkan bangun di padepokannya. Padepokan akan menjadi tempat wisata. Jadi kalau kita itu hanya mengandalkan lokal, lokal tetap akan kita angkat. Tetapi kalau lokal itu menjadi ikon, coba anda lihat, orang yang golongan menengah ke atas semuanya, pasti ingin umroh, ada Ka'bah-nya, orang pasti ada yang ingin ke Singapura, ingin ke Perancis, ingin ke Inggris, ingin ke Belanda. Yang lokal, orang lokal, pendekar sudah ada patung pendekar, patung pecel sudah ada, lengkap semuanya," jelasnya.

Ia mempersilahkan, masing-masing perguruan silat untuk membangun patung sesuai dengan keinginan di padepokannya masing-masing.

"Yang untuk padepokan, silahkam, yang diinginkan padepokan itu siapa. Kalau saya pilih klitu. Sh terate, sh winongo, tapak suci kera sakit, di depan padepokan, gambar aja patung yang tingginya 10 meter,silahkan saja," ucapnya..

Namun, untuk di fasilitas umum, misalnya di kawasan Sumber Umis dan Sumber Wangi, harus dibangun ikon yang dapat menarik wisatawan. Tidak hanya wisawatan lokal, namun juga wisatawan manca.

"Tapi yang fasilitas umum, itu harus menarik internasional, karena arah kita, wisata yang ada di Kota Madiun, paling nggak di negara asia, jujugan negara ASIA. Negara asia, lokal diangkat, tetapi yang asia ini juga diangkat, karena jujugan itu adalah negara-negara asia jujugannya itu juga ke sana," pungkasnya.

Dia mempersilahkan warga untuk memberikan masukan atau kritik, namun hendaknya kritik yang membangun.

"Masyarakat itu kalau mengkritik, coba solusinya apa, idenya apa, dia nggak punya ide, idenya mengkritik," imbuhnya. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved