Breaking News:

Pemkab Malang Yakin Sektor Agroindustri Akan Tetap Tumbuh di Masa Pandemi Covid-19

Pemkab Malang meyakini sektor agroindustri akan tetap tumbuh di masa pandemi Covid-19 (virus Corona), karena tidak terdampak langsung.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Lahan pertanian di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (18/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang optimistis geliat investasi di wilayahnya tetap bertumbuh meski pandemi Covid-19 (virus Corona) sedang melanda.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan, sektor yang tetap stabil mengalami pertumbuhan adalah sektor agroindustri, alias industri berbasis pertanian atau perkebunan.

"Sejauh ini investasi pariwisata dan agroindustri itu yang paling banyak, karena pertanian tidak terdampak pandemi secara langsung," ucap Wahyu Hidayat ketika dikonfirmasi, Senin (18/1/2021).

Menurut Wahyu Hidayat, skala perdagangan produk pertanian pada masa pandemi Covid-19 juga menggairahkan.

"Pak presiden sempat bilang bila perdagangan dan pertanian ini surplusnya sampai 27 juta dolar kalau tidak salah. Sehingga kesimpulannya tidak terdampak sekali oleh pandemi," ucapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Rumah di Perumahan Kota Malang Longsor, Satu Orang Hilang Terbawa Arus Sungai Bango

Baca juga: Wali Kota Tegaskan Pesan Berantai Soal Form Beasiswa untuk SMA/SMK Kota Kediri Adalah Hoaks

Kata Wahyu Hidayat, sektor agroindustri di Kabupaten Malang mengalami kenaikan sebesar 3 persen. Terutama pada usaha yang berbasis pertanian.

Di sisi lain, Disperindag Kabupaten Malang menegaskan kegiatan perdagangan pasar di wilayahnya pada awal tahun tidak mengalami kelesuan.

Alhasil, sektor perdagangan tidak terpengaruh dengan pandemi Covid-19.

Kadisperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto menerangkan, kondisi tersebut bisa terjadi karena pihaknya rutin mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Baca juga: Telah Lakukan Sosialisasi, Sekda Sebut Mayoritas Warga Kabupaten Malang Siap Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Positif Covid-19 Kota Malang Meningkat, Wali Kota Sutiaji Singgung Efektifitas PPKM: Harus Disiplin

Penyemprotan disinfektan juga digelar secara berkala di berbagai pasar tradisional di Kabupaten Malang.

"Kalau masuk harus cek suhu tubuh, memakai masker dan sebagainya baik pedagang maupun pembeli. Face​ shield dan masker dalam jumlah besar yakni sebanyak 15 ribu telah kami sebarkan ke​ seluruh pedagang di Kabupaten Malang," jelasnya.

Agung Purwanto menjelaskan, Kabupaten Malang memiliki 34 pasar tradisional dan 16​ pasar hewan. Pada sisi jumlah pedagang terdapat 14.761 pedagang.

"Namun, pedagang aktif ada sekitar 11.362 pedagang yang terdaftar di Disperindag," tutupnya.

Editor: Dwi Prastika

Baca juga: Lupa Taruh Tas di Ruang Tunggu Kantor PO Bus Kota Malang, Warga Jakarta Ini Merugi hingga Rp 6 Juta

Baca juga: Teror Gerombolan Anjing Liar Terkam Kambing Warga Tuban, Belasan Ekor Ternak Mati

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved