Breaking News:

Pemkot Batu Tepis Kecemasan Mulai Suramnya Kejayaan Apel Batu

Kepala Dinas Pertanian Batu, Sugeng Pramono menegaskan tidak memiliki kecemasan sedikitpun bahwa era kejayaan apel di Kota Batu bakal berakhir.

SURYA/BENNI INDO
Petani apel sedang menjajakan hasil kebunnya di kebun wisata petik apel Desa Tulungrejo, Kota Batu. 

Reporter : Benni Indo

Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Kota Batu diidentikan dengan buah apel. Banyak pohon apel tumbuh subur di kawasan Kecamatan Bumiaji yang memiliki ketinggian 950 meter di atas permukaan laut.

Apalagi jika melihat dua hingga tiga dekade yang lalu, hampir setiap rumah di Kecamatan Bumiaji memiliki pohon apel di halaman depannya.

Kini, kondisinya berbeda. Pohon apel di depan rumah tidak lagi banyak terlihat. Produksi apel juga menurun. Tersisa sekitar 1100 Ha lahan pertanian apel di Kota Batu. Data dari Dinas Pertanian Batu, pada periode 2018 ke 2019 ada 600 Ha lahan pertanian apel yang beralih fungsi.

Berbeda dengan para petani apel, Kepala Dinas Pertanian Batu, Sugeng Pramono menegaskan tidak memiliki kecemasan sedikitpun bahwa era kejayaan apel di Kota Batu bakal berakhir.

“Tidak ada kecemasan karena kami memiliki konsep perbaikan apel, kedua kami kerjasama dengan Pemerintah Pusat,”ujar Sugeng saat ditemui di ruang kerjanya kepada TribunJatim.com, Selasa (19/1/2021).

Meskipun mengaku tidak cemas, namun Sugeng menyadari kalau produksi apel di Kota Batu terus turun dari tahun ke tahun. Apalagi jika dibandingkan dengan 20 tahun ke belakang.

Baca juga: Titip Koper Batu Nisan-Kain Kafan, Firasat Ibu Denny Cagur, Tatapan Anak Kini Sendu di Liang Lahat

Baca juga: Ini Rahasia Allah Kata Menantu Ukar, Kakek 80 Tahun Selamat dari Longsor Sumedang, Tertimbun 5 Jam

Baca juga: Era Kejayaan Apel Batu Berada di Ujung Tanduk

“Kalua awal dulunya bisa 30 ton sampai 40 ton per hektar, sekarang tidak bisa. Paling banyak 10 ton sampai 15 ton. Memang benar mengalami penurunan, karena tidak hanya iklim, tapi juga masalah lahan yang kurang bahan nutrisi,”paparnya.

Dinas Pertanian pernah melakukan penyemprotan masalah yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso di Desa Bumiaji untuk menghalau ‘penyakit’ mata ayam. Kegiatan tersebut dikatakan oleh Sugeng diikuti oleh seluruh SKPD yang ada di Pemkot Batu.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved