Breaking News:

Ini Pendapat Ahli Hukum Perdata dan Hukum Kontrak Unair Surabaya Terkait Kasus PT Antam

Ini pendapat Ahli Hukum Perdata dan Hukum Kontrak Unair Surabaya terkait kasus PT Antam yang menyita perhatian publik.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Dwi Prastika
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Logo PT Antam terlihat saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (18/1/2018). 

Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Persoalan kasus gugatan emas yang melibatkan PT Antam terus bergulir.

Pakar hukum perdata dan hukum kontrak Universitas Airlangga Surabaya (Unair), Faizal Kurniawan turut mengamati kasus yang cukup menyita perhatian itu. 

Gugatan emas 1,1 ton yang diajukan oleh pengusaha asal Surabaya, Budi Said dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya

Menurut Faizal Kurniawan, yang juga menjadi saksi ahli dalam kasus ini menuturkan, PT Antam tak bisa dimintai pertanggungjawaban terhadap 1,1 ton emas sebagaimana diskon yang dijanjikan oleh mantan pegawainya yang telah dipecat dan marketing freelance Eksi. 

"Jika dilihat secara objektif memang seperti itu,’’ ujarnya, Jumat (22/1/2021). 

Dalam tuntutannya, penggugat karena mendapatkan janji diskon dari oknum dan meminta PT Antam bertanggung jawab, yang hal ini dibantah pihak PT Antam. 

Baca juga: Kuasa Hukum Budi Said Yang Menang Gugatan Emas 1,1 Ton Angkat Bicara Atas Tanggapan PT Antam

Baca juga: Puluhan Cafe dan Tempat Pijat di Surabaya Disegel, Efek Nekat Beroperasi Selama PPKM

Akan tetapi, faktanya bicara lain. Bahwa Endang Kumoro beserta sejumlah oknum lainnya telah terbukti melakukan perbuatan pidana. 

’’Artinya, ada permufakatan jahat di antara mereka,’’ terangnya. 

Oleh karenanya, ini mengindikasikan bahwa Endang Kumoro cs telah melakukan perbuatan yang melampaui kewenangan dari jabatannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved