Pemkot Targetkan Bedah 842 Rumah Tidak Layak Huni Warga Surabaya di Tahun 2021

Pemkot Surabaya menargetkan bedah 842 rumah tidak layak huni warga Kota Pahlawan di tahun 2021 ini.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
Dokumen Dinsos Surabaya
Petugas saat melakukan bedah rumah di Surabaya, 2020. 

Reporter: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pandemi Covid-19 (virus Corona) berdampak signifikan pada sejumlah rencana yang ditargetkan Pemkot Surabaya untuk tahun ini.

Di antaranya, target bedah rumah tidak layak huni pada tahun 2021, harus diturunkan lantaran refocusing anggaran. 

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya saat ini hanya menargetkan program bedah rumah tidak layak huni untuk 842 unit. 

"Pandemi virus ini memang banyak berpengaruh, tapi pemkot tetap berupaya agar dapat sesuai target," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Sabtu (30/1/2021). 

Target tersebut tak lepas dari realisasi program bedah rumah yang dilakukan pada tahun 2020 lalu. 

Di tahun kemarin, dari target 1.000 unit, lantaran pandemi virus Corona, terealisasi hanya sekitar 461 unit.

Hal itu karena rasionalisasi anggaran untuk penanganan pandemi. 

Baca juga: Dalam Momen Topping Off The Grand Stand Apartment Surabaya, Developer Beri Promo Besar-besaran

Baca juga: Rumah Sakit Darurat Covid-19 Baru di Surabaya Bakal Berada di Perbatasan Kota Pahlawan

Namun, di tahun ini, meski pandemi belum sepenuhnya mereda, pemkot mengaku masih cukup optimistis target 842 unit itu dapat terealisasi. 

"Mudah-mudahan tidak ada kendala," ujar Febriadhitya Prajatara.

Satu rumah dianggarkan sekitar Rp 33 juta yang diambilkan dari APBD Kota Surabaya.

Untuk rumah yang akan dibedah harus sesuai dengan ketentuan. 

Staf Seksi Rutilahu Dinas Sosial Kota Surabaya, Achmad Zamroni mengatakan, secara mekanisme, pihaknya terlebih dahulu menerima usulan calon penerima dari kelurahan. Kemudian Dinsos melakukan verifikasi. 

Baca juga: Terlihat Tutup, Kafe di Surabaya Ternyata Ramai, 37 Orang Diamankan, Polisi: Mereka Asyik Minum

Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Resto Mie Gacoan Sidoarjo Didenda Rp 10 Juta dan Ditutup Selama PPKM

"Untuk kriteria dan persyaratan siapa yang bisa dapat itu sudah ada di Perwali," kata Zamroni saat dikonfirmasi terpisah. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved