Breaking News:

Penanganan Covid

Polres Ponorogo Akan Tambah Jumlah Kampung Tangguh, Maksimalkan Penerapan PPKM Mikro

Polres Ponorogo akan menambah jumlah kampung tangguh untuk memaksimalkan penerapan PPKM Mikro demi menekan angka kasus Covid-19.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, 2021. 

Reporter: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Polres Ponorogo akan menambah jumlah kampung tangguh untuk memaksimalkan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro yang terkonsentrasi di desa dan kelurahan.

Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis menyebutkan, awalnya di setiap kecamatan terdapat tiga kampung tangguh.

Namun dalam waktu dekat pihaknya akan menambah 25 tambahan kampung tangguh.

"Sekarang ada 63 kampung tangguh dan akan kita tambah 25 lagi. Kita bagi 1 sampai 2 tambahan kampung tangguh per kecamatan," ucap AKBP Mochamad Nur Azis, Minggu (14/2/2021).

Daerah-daerah yang akan mendapatkan prioritas penambahan kampung tangguh adalah kecamatan yang mempunyai kasus Covid-19 (virus Corona) tinggi.

Penjual Peti Mati di Ponorogo Sering Kehabisan Stok Selama Pandemi Covid-19, Sepekan Laku 18 Buah

Nakes Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Vaksinasi Dosis Pertama, Tak Bisa Ikut Vaksinasi Dosis Kedua

Seperti Kecamatan Ponorogo, Kecamatan Babadan, Kecamatan Jenangan, dan lainnya.

"Target kita akan ada 133 tambahan kampung tangguh, sehingga totalnya 196 kampung tangguh," lanjutnya.

Jumlah tersebut menurut AKBP Mochamad Nur Azis sama dengan 63 persen dari jumlah desa dan kelurahan di Ponorogo. Yaitu 279 desa dan 26 kelurahan.

"Target kita bertahap, itu dulu. Tapi nanti semua desa dan kelurahan pasti akan jadi kampung tangguh," jelas AKBP Mochamad Nur Azis.

Teriakan Minta Tolong Wanita di Blitar Dianiaya Remaja Protolan SMP, Pelaku dan Korban Masih Saudara

Update Pria Tewas Seusai Kabur Karena Digerebek Bersama Istri Orang di Trenggalek, Serangan Jantung

Kampung tangguh ini berfungsi untuk memantau perkembangan kasus Covid-19 di setiap desa dan kelurahan.

Nantinya kampung tangguh akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan ataupun kabupaten untuk memaksimalkan usaha penekanan penularan Covid-19.

"Yang akan menentukan mana-mana desa atau kelurahan yang bisa dijadikan kampung tangguh adalah camat, kapolsek, dan danramil, karena mereka yang tahu langsung mana desa dan kelurahan yang siap," pungkasnya.

Satu Keluarga Positif Covid-19, Akses Satu Kampung di Desa Trisono Ponorogo Ditutup

Pemkab Madiun Terima Penghargaan Sebagai Penyalur Dana Desa Tercepat Nasional Tahap I Tahun 2021

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved