Breaking News:

Tanah Longsor di Nganjuk

Maksimalkan Koordinasi Penanganan Tanah Longsor di Nganjuk, Bupati Berkantor di Kecamatan Ngetos

Untuk memaksimalkan koordinasi dalam menangani tanah longsor di Nganjuk, Bupati Novi Rahman Hidhayat berkantor di Kecamatan Ngetos.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat, bersama Menko PMK, Muhajir Efendi, dan Mensos, Tri Rismaharini di Posko Tanggap Darurat Tanah Longsor di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Selasa (16/2/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat putuskan berkantor di Kantor Kecamatan Ngetos sejak Senin (15/2/2021).

Hal itu dilakukan sebagai upaya mempermudah koordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan musibah bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

"Kami ingin penanganan bencana tanah longsor ini dilakukan dengan baik tanpa kendala dan persoalan, makanya kami berkantor di Kantor Kecamatan Ngetos untuk memastikan kelancaran semuanya dalam penanganan musibah tanah longsor," kata Novi Rahman Hidhayat, Selasa (16/2/2021).

Dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, sekarang ini setidaknya ada 186 jiwa terdampak dari 54 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak musibah tanah longsor di Nganjuk.

Mereka selain ditampung di tempat pengungsian Gedung SD Negeri Ngetos, juga ada yang berada di rumah saudaranya.

Baca juga: Tinjau Tanah Longsor di Nganjuk, Gubernur Jatim Khofifah Minta Pencarian Korban Hilang Dipercepat

Baca juga: Kasus Covid-19 di Tulungagung Mulai Terkendali, Tidak Ada RT Masuk Zona Oranye

Warga terdampak musibah bencana tanah longsor tersebut sangat membutuhkan bantuan.

"Untuk itulah, kami akan selalu pastikan warga yang terdampak tersebut mendapat bantuan dari kami berkantor di Kecamatan Ngetos ini," ucap Novi Rahman Hidhayat.

Di samping itu, ungkap Novi Rahman Hidhayat, pihaknya juga akan menyiapkan langkah lanjutan dalam penanganan musibah bencana tanah longsor tersebut. Yakni dengan menyiapkan tempat relokasi permukiman bagi warga yang kehilangan rumah tinggal.

Satu di antara alternatif untuk relokasi adalah di tanah milik Perhutani yang ada di Kecamatan Ngetos.

Baca juga: Mensos Tri Rismaharini Tinjau Longsor di Kabupaten Nganjuk, Ajak Nyanyi Anak-anak yang Terdampak

Baca juga: Sempat Wacanakan Sekolah Tatap Muka Saat Zona Oranye Covid-19, Pemkab Ponorogo Terbentur PPKM Mikro

"Kami akan berkoordinasi dengan Perhutani untuk keperluan tanah relokasi rumah warga terdampak bencana tanah longsor tersebut," tandas Novi Rahman Hidhayat.

Sedangkan untuk perkembangan penanganan musibah bencana tanah longsor, imbuh Novi Rahman Hidhayat, telah dikerahkan lima unit alat berat untuk mempercepat pencarian korban yang hilang.

Namun hanya empat alat berat yang dioperasionalkan di dua sektor titik longsor dan satu alat berat sebagai cadangan.

"Kami berharap semua warga yang hilang bisa segera ditemukan dalam operasi pencarian yang melibatkan sekitar 443 personel di lokasi tanah longsor," tutur Novi Rahman Hidhayat.

Baca juga: Tanah Longsor di Nganjuk, Berawal Retakan, Hujan Hingga Jeritan Minta Tolong Warga yang Tertimbun

Baca juga: Adu Moncong Bus Mira dan Truk Muat Ayam di Madiun, Satu Orang Tewas, Puluhan Penumpang Luka-luka

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved