Breaking News:

Faktor Cuaca Bikin Harga Cabai Rawit Mahal, Begini Solusi Disdag Surabaya untuk Kebutuhan Keluarga

Disdag Kota Surabaya sebut cabai rawit memang mengalami tren kenaikan yang signifikan. Kenaikan harga cabai rawit karena faktor cuaca.

TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Pedagang cabe di Pasar Genteng Surabaya saat menimbang cabe, Senin (22/2/2021).  

Reporter : Yusron Naufal Putra | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya menyebut, harga cabai rawit yang saat ini melonjak lantaran faktor cuaca. 

Kebaikan Harga Cabai Rawit Lantaran Faktor Cuaca

Biasanya, saat musim hujan seperti ini, stok cabai berkurang sehingga berpengaruh pada harga di pasaran.  

"Jadi hampir setiap tahun seperti itu," kata Kepala Disdag Kota Surabaya, Wiwiek Widayati saat dihubungi TribunJatim.com, Senin (22/2/2021). 

Baca juga: Diberangkatkan Gubernur Khofifah, Vaksin Covid-19 Tahap 2 dalam Perjalanan ke 38 Daerah Jatim

Baca juga: Angka Pengangguran Naik 2,03 Persen, Jumlah Penduduk Miskin Jawa Timur Tertinggi di Indonesia

Pihaknya memantau harga di pasaran, cabai rawit memang mengalami tren kenaikan yang signifikan.

Saat ini harga cabai rawit menyentuh angka Rp 100 ribu per kilogram. 

Disdag, kata Wiwiek, tak memungkiri memang harga segitu termasuk tinggi. Apalagi, untuk konsumsi rumah tangga atau keluarga. 

Sehingga, Disdag melakukan upaya intervensi membantu para ibu rumah tangga menyediakan kebutuhan. 

"Jadi kami membantu memenuhi kebutuhan konsumsi ibu-ibu rumah tangga terhadap cabai, konsumennya adalah rumah tangga itu melalui operasi pasar," terangnya. 

Baca juga: Duel Kakek di Bojonegoro Berujung Maut, Gara-gara Tuduhan Selingkuh dengan Istri Tetangga

Baca juga: Angka Pengangguran Naik 2,03 Persen, Jumlah Penduduk Miskin Jawa Timur Tertinggi di Indonesia

Lewat operasi pasar itu, Pemkot Surabaya menyediakan kebutuhan keluarga termasuk cabai dengan harga yang relatif murah dibanding harga pasaran. 

Sasarannya, adalah di kampung-kampung. Harga yang disediakan bisa Rp 6.500 per ons. Lebih murah dibanding harga di pasaran yang dalam satu ons mencapai Rp. 10.000

"Jadi operasi pasar kami lakukan," ungkap Wiwiek. 

Selain cabe rawit, Wiwiek mengaku harga kebutuhan lain masih relatif terkendali. 

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved