Breaking News:

Berita Kota Malang

Dewan Dorong Pemkot Malang Siapkan SOP yang Matang Terkait Pembelajaran Sekolah Tatap Muka

Dewan mendorong Pemkot Malang untuk menyiapkan SOP yang matang terkait pembelajaran sekolah tatap muka. Hal itu untuk meminimalisir penularan Covid-19

TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani, mendorong Pemerintah Kota Malang untuk mematangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) berkaitan dengan protokol kesehatan Covid-19 (virus Corona), Kamis (15/4/2021). 

Reporter: Rifki Edgar| Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kota Malang, Komisi D DPRD Kota Malang mendorong Pemerintah Kota Malang untuk mematangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) berkaitan dengan protokol kesehatan Covid-19 (virus Corona).

SOP protokol kesehatan itulah yang nantinya diharapkan dapat dijalankan, ketika pembelajaran sekolah tatap muka digelar mulai 19 April 2021 di Kota Malang.

"Selama SOP protokol kesehatan dijalankan dengan baik, maka akan meminimalisir terpaparnya Covid-19," ucap anggota komisi D DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani, Kamis (15/4/2021).

Amithya Ratnanggani mengatakan, disiplin protokol kesehatan menjadi hal yang sangat penting ketika sekolah tatap muka berlangsung.

Di samping tenaga pendidik maupun guru dan staf telah menerima vaksin Covid-19, pengetatan SOP protokol kesehatan menjadi sesuatu yang penting mencegah penyebaran virus.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Malang Dimulai 19 April 2021, Disdikbud Tunggu Persetujuan Wali Murid

Baca juga: Terdakwa Dugaan Korupsi Penggemukan Sapi RPH Kota Malang Jalani Sidang Perdana

"Meski dengan telah divaksin, masih ada celah untuk terpapar virus Covid-19 ini. Karena dengan adanya tatap muka pasti ada risiko yang harus dihadapi. Tetapi kalau SOP itu dimatangkan, akan meminimalisir terpapar virus," ucapnya.

Politisi PDIP itu mengatakan, dirinya beberapa kali mendapatkan laporan dari wali murid terkait dengan rencana sekolah tatap muka.

Kebanyakan dari wali murid tersebut menginginkan adanya sekolah tatap muka, meski ada beberapa yang belum menyetujui sekolah tatap muka.

"Dari yang lapor ke saya kebanyakan menginginkan tatap muka. Ada beberapa yang berfikir dua kali untuk tatap muka. Karena memang mereka (masyarakat) masih melihat ada risiko dan lain sebagainya," terangnya.

Baca juga: Perum Jasa Tirta Izinkan Pemanfaatan Bantaran Parit Agung Tulungagung: Yang Penting Prosedural

Baca juga: Kapolda Jatim Tinjau Dampak Gempa Bumi di Dampit Malang, Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga

Baca juga: Sambut Ramadan 2021, Polisi Salurkan Bantuan Pangan pada Warga Kota Batu, Kapolres: Beri Setiap Hari

Amithya Ratnanggani pun berharap, nantinya akan ada vaksin yang dikhususkan untuk anak-anak. 

Karena anak-anak hingga sampai saat ini belum menjadi prioritas penerima vaksin Covid-19.

"Memang vaksin bagi anak-anak ini masih belum ya. Maka dari itu, dengan adanya sekolah tatap muka nanti, kita harus tetap siaga tidak lengah agar terjadi proses pembelajaran yang sehat," tandasnya.

Berita tentang Kota Malang

Berita tentang Jawa Timur

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved